IF....[Chap 1]
Author: baconlu_7
Lenght:chapter
Genre:school
life, friend ship, romance
Cast:
Park Chanyeol (EXO)
Bae Suzy (MISS A)
Support
cast: Oh Sehun (EXO)
Lee Jieun
Jung Eunji (APINK)
Byun Baekhyun (EXO)
Rating:PG-15
Riuh itu
lah yang ditimbulkan oleh 2 orang yeoja. Bae suzy dan jung eunji kedua yeoja
itulah yang membuat suasana kantin menjadi riuh. Suasana seperti ini sudah
biasa mereka alami. Suzy yang di cap sebagai ratu kecantikan sekolah membuat ia
dikenal oleh semua orang yang ada di sekolah.
Chanyeol
sedari tadi yang tengah makan jadi tak kembali fokus karena melihat yeoja yang
ia cintai datang. Chanyeol terus menatap suzy kagum akan ciptaan tuhan itu.
bakehyun juga mengikuti arah pandang chanyeol tapi ia bukan melihat suzy
melainkan memperhatikan eunji. Mata namja itu tak pernah lepas dari eunji.
‘kau
pesan apa’tanya eunji saat mereka tengah duduk di meja yang selalu mereka
tempati.
‘biasa’
setelah mendengar jawaban dari suzy, eunji langsung pergi membeli apa yang
ingin mereka beli.tak lama eunji pergi sehun datang dengan wajah tampannya. Ia
duduk tepat didepan suzy. Dan apakah kalian tahu itu membuat suzy risih. Tak
ada percakapan diantara keduannya. Sehun yang sibuk memperhatikan suzy dan suzy
yang malas untuk berkelahi dengan sehun.
Ada rasa
iri di hati chanyeol saat melihat sehun dapat sebangku dengan suzy. Sebenarnya
ia juga berani untuk mendekati suzy tapi ia takut jika suzy akan
membencinya.tapi bagaimana suzy bisa membenci chanyeol jika suzy tak tahu siapa
chanyeol. Ia pernah mendengar tentang chanyeol tapi ia tak tahu mana namja yang
bernama chanyeol.
Eunji
akhirnya datang dengan membawa senampan makanan dan minuman. Suzy langsung
mengambil makanannya dan langsung memakannya.
Mendapat
kesempatan langka chanyeol mengeluarkan handphone miliknya dan mulai memotret
suzy. Ia tersenyum karena ia dapat memotret tanpa ketahuan oleh suzy.
‘dia
benar-benar cantik’ucap chanyeol saat melihat hasil potertnya. Baekhyun ikut
melihat foto itu dan ia tak sengaja melihat eunji yang tak sengaja di potret
chanyeol.
‘nde dia
benar-benar cantik’ucap baekhyun tanpa sadar. Chanyeol menatap baekhyun
bingung. Ia berfikir apakah baekhyun mencintai suxy?.
‘siapa
yang cantik?’ tanya chanyeol memastikan.
‘eunji’baekhyun
langsung menutup mulutnya. Ia benar-benar bodoh kerena telah ketahuan menyukai
eunji. Baekhyun pergi meninggalkan chanyeol dengan wajah longornya.
‘yak kau
mau kemana?’ suara berat chanyeol sukses membuat ia menjadi obejek perhatian.
Baekhyun terus berjalan meninggalkan kantin. Eunji dapat melihat baekhyun yang
pergi meninggalkan chanyeol. Ia menatap punggung baekhyun sayu.
Suzy
melempar tas ranselnya kesembarang tempat. Ia sekarang sangat lelah. Entah apa
yang membuatnya lelah ia juga tak tahu. Berendam mungkin dapat menghilangkan
rasa lelahnya. Suzy melangkahkan kakinya
menuju kamar mandi.
1 jam ia
berendam membuat perutnya merasa lapar. Ia menuruni tangga untuk pergi kedapur
melihat apakah ada makanan yang dapat ia makan. Dibawah ia dapat melihat orang
tuanya yang tengah bertengkar. Ini adalah hal yang biasa ia lihat. Orang
tuannyalah yang membuat suzy menjadi sosok yang egois, keras kepala dan menurut
orang lain kejam. Sejak kecil ia tak pernah mendapat perhatian dari orang
tuannya dan itulah yang membuat ia harus berusaha agar orang tuannya dapat
memperhatikannya. Dulu suzy dikenal sebagai yeoja yang manis, baek hati dan
penyanyang. Tapi sifat itu hilang karena agar mendapat perhatian dari orang
tuanya ia harus menjadi yeoja yang susah diatur. Memang salah tapi mau
bagaimana lagi, yang ia butuhkan hanyalah perhatian.
Suzy
melewati kedua orang tuannya dengan malas. Ia menarik kursi dan langsung
memakan makanan yang ada diatas meja.
‘lihatlah
karena bertengkar denganmu aku menjadi ketinggalan pesawat’ teriak ny.bae
dengan suara yang sangat keras. Suzy dapat mendegar teriakan oemmanya yang
sangat keras pada appanya.
‘mwo?
Salahku? Yak ini juga salahmu gara-gara kau aku terlambat meeting bersama
klienku yang berasal dari hongkong’ teriak tn.bae tak kalah keras.
Telinga
suzy mulai memanas. Selera makannya menjadi hilang karena pertengkaran yang tak
berguna. Suzy meletakkan sumpit yang ia
pakai ke atas meja dengan cukup keras. Ia pergi meninggalkan makanan yang masih
banyak.
‘oemma
appa’ ucap suzy dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia sudah tak tahan dengan
tingkah kedua orang tuannya. Naas ucapan suzy tak didengar oleh kedua orang
tunnya karena pertengkerannya yang mereka buat.
‘BISAKAH
KALIAN DIAM? JIKA KALAIN TIDAK BISA BERHENTI BERTENGKAR AKU AKAN PERGI.....’
teriak suzy dengan sekuat tenaganya. Air mata yang ia bendung tak kuat lagi
untuk menahan itu semua. tn.dan ny bae sama sama menatap anak tunggalnya
binngung. Mereka tak pernah melihat suzy seperti ini. Ny.bae memeganag pundak
anaknya itu dan ia dapat merasakan getaran dari tubuh suzy.
‘omo
sayang gwennchana?’ suzy menatap oemmanya sinis. Pertannya itu tidaklah pantas
di utarakan oleh oemmanya. Bagaimana bisa ia berkata baik-baik saja jika yang
membuat ia tak baik-baik saja adalah keogisan kedua orang tuanya.
‘gwennchana?
Apakah pantas oemma menagatakan gwennchana? Lihatlah apakah aku baik-baik
saja?’ suzy meluapkan kekesalannya. Plak.... satu tamparan mendarat di pipinya.
‘bisakah
kau berbicara dengan baik dengan oemmamu bae suzy?’ teriak tn.bae. menurutnya
kelakuan suzy sudah sangat buruk. Suzy menatap appanya tajam ia langsung
berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Dibawah tn dan ny. Bae menatap anak
mereka bingung.
Didalam
kamar suzy mengambil koper besar miliknya bersiap untuk pergi. Ia mengusap air
matanya dengan kasar. Ia juga memasukkan pakaian yang akan ia bawa dengan tak
karuan. Setelah merasa semua tak ada yang tertinggal suzy siap untuk
meninggalkan rumah ini. Rumah yang 17 th ia tempati, dengan kekacauan yang ada
di dalamnya.
Saat
melangkahkan kakinya diruang keluarga ia sudah tak menemukan kedua orang
tuanya. Ia yakin jika orang tuannya telah pergi. Suzy memasukkan kopernya
kedalam mobil miliknya. Ia melajukan mobilnya pergi dari tempat yang ia sendiri
tak mau kembali lagi. Entah mau kemana yeoja itu pergi yang terpenting ia dapat
pergi jauh dari tempat itu dan kedua orang tuannya.
Suzy
memperhentikan mobilnya di sebuah trotoar yang ramai orang ataupun mobil yang
berjalan. Ia menangis sejadi-jadinya disana. Ia tak peduli di lihat oleh orang
yang berlalu lalang melewati mobilnya. Sekarang ia butuh sendiri.
Chanyeol
yang baru saja pergi dari toko buku tak sengaja melihat mobil yang sangat
familiar. Dan benar saja ia dapat melihat mobil milik suzy di trotoar. Ia mendekat
untuk melihat mobil itu benar milik suzy atau bukan. Dari jarak 9m ia dapat
melihat suzy yang tengah menagis. Ia tak tak tahu mengapa yeoja itu menangis.
Ada rasa untuk mendekatinya tapi ia tak ingin mengganggu yeoja itu. alhasih
chanyeol menunggu suzy keluar ataupun mobil itu berjalan.
Suzy
menghidupkan mobilnya dan menancap gas dengan sangat cepat. Hari ini ia akan meninggalkan
kehidupannya di dunia. Chanyeol yang melihat mobil suzy melaju dengan cepat
membuat rasa khawatir menghinggap di dadanya. Ia memanggil taxi untuk mengikuti
mobil suzy.
Brak.....
Dengan
mata kepalanya ia dapat melihat jika suzy baru saja menabrakkan mobilnya ke
tiang listik. Buru-buru chanyeol menyuruh supir taxi untuk meberhentikan
taxinnya. Chanyeol langsung berlari menuju mobil suzy. Didalam mobil itu ia
dapat melihat suzy yang terkapar dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
Chanyeol berteriak agar ada orang yang mau membantunya. Supir taxi yang melihat
itu langsung membantu chanyeol membawa suzy kedalam taxinya.
Chanyeol
terlihat sangat khawatir dengan keadaan suzy sekarang ia tengah berada di salah
satu rumah sakit di seol. Ia terus menatap wajah cantik itu.
‘apakah
anda mengenal pasien?’ tannya seorang polisi kepad chanyeol. Karena tabrakan
tadi chanyeol sekarang menjadi saksi atas tindak bunuh diri suzy. Chenyeol
menceritakan semuanya dari ia melihat suzy yang menangis didalam mobil dan
menabrakkan mobilnya ke tiang listrik.
‘baiklah
saya akan menghubungi orang tua pasien’ ucap polisi itu lagi chanyeol
mengagguk. Belum polisi itu sempat pergi suzy bangun dari pingsannya.
‘akh...
aku dimana?’ suzy memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Chanyeol menatap
suzy lega begitu juga dengan polisi yang ada diruangan itu.
‘suzy
kau sudah sadar?’ suzy menatap namja di depannya bingung. Ia seperti pernah
melihat namja itu tapi ia tak tahu pernah melihatnya dimana.
‘siapa
kau?’
‘aku
park chanyeol. Kita satu sekolah’
‘eum
baiklah saya akan menghubungi pihak kelurganya jika pasien sudah sadar’
suzy memegang tangan polisi itu dengan kepala
yang ia gelengkan. Ia tak ingin membuta keributan lagi di keluargannya.
‘ahjussi
aku mohon jangan beritahu orang tuaku. Biar aku saja yang memberitahu mereka’
mohon suzy lemah.
‘baiklah.
Jika seperti itu aku pergi dulu’ polisi itu memegang pundak chanyeol lalu pergi
keluar ruangan itu.
Sekarang
tinggal mereka berdua yang ada ruangan itu. suzy memperhatikan chanyeol. Ia
merasa pernah bertemu dengan namja ini tapi ia tak ingat pernah bertemu dimana.
‘kau
baik-baik saja? Apa ada yang sakit?’ tanya chanyel khawatir. Suzy menatap
chanyel aneh.
‘aku
baik-baik saja dan tak ada yang sakit. Oh ia kapan aku bisa pulang?’ ada rasa
lega di raut wajah chanyeol.
‘kau
bisa pulang sekarang, aku akan mengantarkanmu pulang’
‘tidak
aku tidak ingin pulang’ chanyeol mengerutkan dahinya bingung.
‘wae?’
‘bukan
urusanmu. Oh dimana koperku?’
‘koper
besar itu?’ chanyeol menunjuk koper besar itu. ia bingung kenapa suzy membawa
koper sebasar itu, apa ia tengah kabur?.
‘tadi
siapa namamu?’
‘aku
park chanyeol, kau bisa memanggilku chanyeol’
‘baiklah
chanyeol sekarang bawa aku pergi kerumahmu karena aku akan tinggal di rumahmu’
seketika mata chanyeol melotot. Apakah ia tak salah dengar? Seorang bae suzy
yeoja yang ia cintai akan tinggal satu rumah dengannya.
‘memang
kenapa? Kenapa kau tak pergi tinggal dengan eunji. Ah maaf maksudku bukan untuk
tidak mengizinkamu dirumahku hanya saja aku tak tahu rumahku layak atau tidak
untuk kau tempati.’
‘kau
mengenal eunji?’ chanyeol mengagguk
‘di
teman baikmu. Dan dia satu sekolah denganmu dan aku. Aku sering melihat kalian
bersama’ jelas chanyeol. Suzy mengagguk paham. Sekarang ia tahu namja yang ada
di depannya itu. ia park chayel yang dikenal sebagai namja idiot bersama dengan
temannya yang tak kalah idiot.
‘baiklah
sekarang kajja kita pulang kerumahmu’
‘mwo?
Tapi....’
‘aku tak
peduli cepat bantu aku berdiri’ mau tak mau chanyeol membantu suzy dan
membawanya pulang.
Diperjalan
menuju rumah park mereka selalu diam. Tak ada yang mulai pembicaraan karena
mereka tak ingin berbicara. Jantung chanyeol sekarang berdetak dengan sangat
keras. Ia harus menahan detakan itu agar tak dengar oleh suzy yang duduk
disebelahnya.
Suzy
dapat melihat rumah yang cukup besar tak kalah besar dengan rumahnya. Chanyeol
membantu suzy berjalan sambil menarik koper besar suzy. Chanyeol membuka pintu
rumah itu. didalam rumah mereka dapat mencium bau masakan di indera penciuman
mereka.
‘yeoli
kau sudah pulang?’ teriak ny. Park sambil menghampiri anak tunggalanya. Melihat
anaknya membawa seorang yeoja membuat ny.park terkejud pasalnya chanyeol tak
pernah memiliki teman yeoja dan ia juga tak pernah membawa yeoja kerumahnya.
‘siapa
ini?’ tanya ny.park. suzy langsung memberi salam kepada wanita paruh baya itu.
‘omo ada
apa denganmu suzy?’ suzy dapat merasakan kehangatan di tangan ny.park saat
menyentuh wajah suzy. Ia sangat
merindukan sentuhan hangat seperti ini. Sudah sangat lama ia tak meresakan ini.
Chanyeol
dan suzy membertihu semua kepada ny.park. suzy juga meminta izin untuk tinggal
sementara di kediaman rumah park. Mendengar semua yang diceritakan oleh suzy
membuat hati ibu itu menjadi pilu. Ia tak habis pikir bagaimana ada orang tua
yang menelantarkan anaknya seperti ini.
‘yeoli
bawa suzy kekamar yang kosong’ chanyeol mengagguk. Ia menagtar suzy kedalam
kamar yang akan ia tiduri dalam beberapa waktu kedepan. Dapat ia lihat kamar
dengan nuansa biru di dalamnya.
‘kau
bisa memakai ini. Oh iya jika butuh apa-apa kau minta saja padaku’ setelah
mengatakan itu chanyeol pergi meninggalkan suzy sendiri.
Suzy
menghela nafasnya panjang. Ia memtuskan untuk berbaring karena kepalanya terasa
sangat sakit. Lama kelamaan mata indahnya menutup dengan sempurna menghasilkan
wajah yang damai dan juga manis. Disisi lain chanyeol sangat gugup. Ia tak
pernah sedekat ini dengan suzy, memikirkan untuk berteman dengannya saja tak
pernah apa lagi serumah dengan suzy. Ini benar-benar hal langka di dalam
kehidupan namja idot seperti park chanyeol.
Melihat
tingkah anaknya terhadap suzy membuat ny.park paham betul bagaimana perasaan
chanyeol sekarang. ia tahu jika chanyeol menyukai suzy. Tapi ia menyembunyikan
itu agar chanyeol memberitahunya sendiri.
TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar