Lenght: oneshoot
Cast: Xi Luhan
Han Ahyoung
Genre: marriage life, school life, romance
Rating: G
Summary: “kau adalah istriku yang sangat aku cintai, kau
adalah istri sekaligus ibu dari anak-anak kita kelak, dan kau adalah istri yang
akan menemaniku sampai akhir”
“mwo? Menikah?” teriak dua orang remaja yang kini tengah
menatap kedua orang tua mereka dengan tatapan kesal, marah sekaligus sedih.
“yak bisakah kalian tidak berteriak? Lihatlah akibat ulah
kalian kita jadi pusat perhatian” ucap ny.xi dengan sedikit berteriak pada
remaja itu. keduannya saling berpandangan seolah mereka adalah musuh yang baru
saja bertemu. Tatapan mereka sangat tajam behkan lebih tajam dari pisau di
dapur.
“nde menikah, memang apa salahnya menikah? Lagi pula umur
kalian sudah cukup untuk menikah” ucap tn.han dengan tenangnya, dan itu diberi
anggukan oleh orang tua yang lain.
“shireo aku tak mau menikah dengan namja seperti dia”
tunjuk ahyoung sambil menatap luhan tajam. 0h apakah ini masa dimana jika
seorang anak harus dijodohkan? Ini 2015 ini buka masa dimana anak dijodohkan
melainkan ini adalah dimana anak merasakan kebebasan mereka.
“yak kau kira aku mau menikah dengan yeoja sepertimu? BIG
NO. Dan lagi pula kau bukan tipeku. Tipeku adalah yeoja yang baik,sopan,dan
tenang bukan yeoja berisik, sepertimu. Kau jauh dari tipeku” balas luhan dengan
penekanan di kaliamat terakhirnya.
Keduannya kembali bertengkar dan itu membuat mereka
menjadi perhatian semua orang yang ada disana. Para orang tua sudah tak kuat
lagi untuk mendengar pertengkaran anak-anak mereka itu. jadi mereka lebih
memilih untuk pergi. Karena terlalu asik dengan pertengkaran yang mereka buat
mereka sampai tak sadar jika orang tua mereka sudah meninggalkan mereka.
Mengetahui jika orang tuannya telah pergi ahyoung buru-buru pergi meninggalkan
luhan dengan hati yang sangat kesal.
Ahyoung terus mencari taxi. Tadi ia tak membawa mobil
miliknya karena orang tuannya yang memaksanya untuk pergi satu mobil dengan
mereka. Mau tak mau ahyoung mengikuti kemauan orang tuannya. Begitu ada taxi
yang berhenti ia langsung memasukinya.
Luhan masih bertahan di restoran yang tadi ia, keluarga
han dan keluargannya kunjungi. Ia masih memikirkan apa yang akan terjadi jika
ia menerima dan tidak menerima pernikahan ini. Praaang..... satu buah gelas
sukses ia pecahkan. Tamu yang ada disana benar-benar terkejud dengan yang
dilakukan luhan. Ia bersyukur karena
restoran ini milik kelurgannya jadi ia tak harus takut kena marah. Setelah puas
memecahkan 4 gelas ia langsung pergi meninggalkan kebingungan dari semua tamu
dan pelayan restoran disana.
Luhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang dibilang
diatas rata-rata. Ia melajukan mobilnya menuju sebuah tempat yang jauh dari
keremaian kota seoul. Rumah itu terlihat banyak sekali mobil maupum motor mewah
yang terparkir dihalaman. Ia memasuki
rumah itu tanpa permisi kepada pemilik rumah.
Didalam terlihat 5 namja dengan wajah mereka yang tampan.
Rumah ini sebenarnya adalah base men mereka. Setiap hari rumah ini pasti ramai
karena setiap harinya 12 namja datang untuk menghibur diri mereka ataupun untuk
bertemu satu sama lain. Tapi hari ini hanya ada 5 namja saja dan sisisannya
mungkin tengah ada urusan.
“lu kau dari mana saja?” tannya suho namja yang tengah
membaca komik milknya. Luhan tak langsung menjawab ia lebih memilih untuk
mengambil sekaleng bir yang ada di meja. Merasa tak dijawab oleh luhan suho
langsung menendang kaki namja itu membuat namja itu tersedak bir miliknya.
“yak....” teriak luhan marah. Mudnya sekarang benar-benar
kacau.
“aku bertanya kau dari mana saja?” tanya suho lagi. Luhan
menghela nafasnya panjang. Ia mulai menceritakan semua kepada teman-temannya.
Bercerita membuat hati luhan sedikit lega. Jika ada masalah diantara mereka
pasti semua akan membantu dan tak ada rahasia dari mereka semua. Itulah yang
membuat mereka sangat akrab dan tak terpisahkan.
“wah senangnya bisa menikah muda. Jika aku menikah
dengannya aku pasti dapat melakukan itu setiap hari” ucapan kai membuat semua
menatapnya tajam. Kai adalah namja paling yadong dari semuanya. Dan
imajinasinya mengalahkan kepintarannya.
“apakah dia cantik?” tannya kai lagi. Ia mulai
berimajanisai dengan pikirannya. Plakkk... chanyeol benar-benar sudah geram
dengan imajinasi kai itu.
“yak sakit tiang” teriak kai. Tak terima dipanggil tiang
chanyeol langsung mengejar kai yang berlari terlebih dulu. Suasana menjadi
lebih riuh karena kejar-kejaran antara si tiang park chanyeol dan si yadong kim
jong in. Perasaan luhan lebih tenang sekarang. ia bersyukur karena memiliki
teman yang yang selalu mengerti dirinya.
Luhan menatap bangunan yang disebut sekolah dengan
malas.Luhan bingung kenapa orang tuanya harus memindahkan sekolahnya bersama
ahyoung yeoja yang tak ingin ia lihat. Baru saja ia datang ia sudah disambut
teriakan histeris dari beberapa yeoja yang ada disana. Benar-benar mengganggu
pikir luhan. luhan melangkahkan kakinnya memasuki sekolah barunnya itu. ia tak
tahu harus pergi kemana sekarang.
“permisi, dimana ruang kepala sekolah?” tanya luhan
ramah. Dapat ia lihat yeoja yang ia tannyai sangat terkejud dengan
kehadirannya.
“oh disana” tunjuknya kearah barat. Luhan terseyum
berterima kasih dan yeoja itu pun ikut tersenyum dengan manis membuat luhan
terpukau oleh senyuman yeoja itu. luhan langsung pergi kearah barat seperti
yang ditunjukkan yeoja itu.
“morning guys” salam ahn saem dengan ramah. Ahyoung
sangat malas sekarang jadi ia lebih memilih untuk menidurkan keplannya dan
memasang earphone dengan volume yang sangat keras jadi ia tak dapat mendengar
guru itu berbicara.
“hari ini kalian akan mendapat teman baru, kamari” ahn
saem melambaikan tangannya menyuruh luhan masuk. Ya murid baru itu adalah luhan.
“annyeohaseo semua perkenalkan namaku xi luhan pindahan
dari JJ senior high school” luhan memperkenalkan dirinya dengan sangat baik
bahkan sampai membuat murid di kelas itu terpukai dengan yang dimiliki namja
itu.
“kau bisa duduk dengan han ahyoung” luhan mengangguk.
ia dapat melihat
yeoja yang tengah tertidur disana. Ia memiliki ide yang sangat bagus untuk
mengerjai yeoja itu. ia melepas earphone milik ahyoung. dari jarak yang tak
kurang dari 30 cm ia dapat mendengar suara musik dari earphone itu. ia bingung
bagaimana bisa tidur sambil mendengarkan musik yang sangat keras.
Luhan mendekati wajah ahyoung yang tertutupi oleh rambut.
“yeobo cepatlah bangun” ucap luhan dengan lembut dan itu
sukses membuat ahyoung terbangun. Ia sangat terkejud dengan kedatangan luhan.
“yak apa yang kau lakukan disekolahku?” teriak ahyoung
bingung. Satu kelas memperhatikan ahyoung dengan tatapan bingung.
“wae?” ucap luhan lembut. Ahyoung menatapnya jijik. Ia
benci dengan namja yang ada dihadapannya bahkan sangat benci.
“tentu saja untuk menjagamu” ahyoung benar-benar muak
melihat tingkah luhan yang menjijikan itu. tanpa babibu ia langsung melayangkan
pukulan keperut luhan dan itu sukses membuat luhan kesakitan. Namja itu menatap
ahyoung tajam sambil memegangi peutnya yang sakit. Selain cerewet tarnyata
ahyoung adalah yeoja yang kejam.
“yak kenapa kau memukulku?” teriak luhan tak terima.
Melihat pertengkaran yang akan menggangu jam pelajarannya itu ahn saem langsung
menjewer keduanya dan membuat keduannya keluar dari kelas. Di luar kelas ahn
saem langsung menyuruh keduannya untuk mengangkat salah satu kaki dan menganggkat
kedua tangannya keatas sampai jam pelajarannya selesai.
“ini semua karena kau”
“mwo aku? Yak ini juga karena kau yang berteriak tak
jelas. Apa kau tahu telingaku benar-benar sakit saat kau berteriak”
“yak....”
“yak.... kalian berdua diamlah” teriak ahn saem dengan
marah. Keduannya langsung bungkam mereka tak ingin guru tua itu menghukum
mereka lebih dari ini.
Tangan ahyoung terasa sangat pegal. Mengangkat kedua
tangan selam 3 jam membuat tanganya sudah tak bernyawa. Tak jauh dari ahyoung,
luhan memukul lengannya agar rasa yang diderita tangannya membaik. Setelah
pelajaran sejarah dari ahn saem kini dilanjutkan dengan pelajaran fisika dari
min saem.
Ahyoung sangat tak fokus untuk memperhatikan guru botak
itu. ia lebih memilih untuk membuat sebuah gambar manga yang bergambarkan
seorang yeoja membunuh seorang namja dengan pisau. Gambar itu terlihat seperti
dirinnya yang tengah membunuh luhan.
Sedari tadi luhan terus memperhatikan apa yang dilakukan
ahyoung. ia hanya diam sambil memandangi gambar yang menurut luhan itu bagus.
“baiklah ada yang dapat mengerjakannya?” tannya min saem
dan diberi gelengan dari murid yang ada disana.
“han ahyoung coba kau mengerjakan soal ini” tunjuk min
saem pada ahyoung. semua kini terfokus pada yeoja itu tapi yeoja itu tak merespon
ucapan min saem. Merasa ditatap membuat ahyoung bingung.
“ahyoung cepatlah maju kedepan dan kerjakan soal didepan”
“aku?” tunjuk ahyoung pada dirinya. Luhan tersenyum
misterius melihat min saem yang menunjuk ahyoung. ia yakin 100% jika yeoja itu tak
dapat mengerjakan soal didepan karena sedari tadi yeoja itu asik dengan
kegiatan menggambarnya.
Ahyoung mulai mengmbil spidol dan mulai mengerjakan soal
itu dengan sangat mudah. Luhan menganga tak percaya, bagaimana bisa dia
mengerjakannya?.
“seperti biasa kau selalu benar” ucap min saem kagum
dengan kepintaran ahyoung. ahyoung
kembali ke bangkunnya. Ia menatap luhan sinis seolah ia adalah yeoja terhebat.
Luhan pov
Astaga makan apa yeoja itu sehingga dapat mengerjakan
soal dengan sangat mudah?. Bukankah tadi dia hanya menggambar?. Dia benar-benar
yeoja pintar. Tapi tetap saja aku tak akan mau menikah dengannya.
Bel istirahat mulai berbunyi dapat kulihat jika yeoja itu
langsung pergi. Aku tak tahu apa yang aku lakukan jadi aku mengikuti saja yeoja
aneh itu. aku benar-benar takjub dengan kantin yang dimiliki sekolah ini.
Kantinnya lebih besar dan lebih indah dari kantin sekolahku dulu.
Dapat kulihat yeoja itu berada di meja yang penuh dengan banyak sekali makanan. Ia tak sendiri
melainkan bersama yeoja yang aku hitung ada 8 yeoja bersamannya. Meja itu
terlihat sangat besar dan penuh oleh makanan.
Saat hendak mendekati meja itu, aku urungkan niatku saat
melihat yeoja yang tadi pagi aku temui. Kulihat dia makan sendiri. Saat aku
duduk tepat dihadapannya dapat kulihat wajahnya yang terkejud sama dengan
wajahnya yang tadi pagi aku lihat.
“annyeo” sapaku ramah. Kulihat dia terlihat malu-malu.
Aku suka dengan tingkahnya itu, menurutku itu lucu.
“aku xi luhan kau?” aku menjulurkan tanganku padanya. Ia
terlihat ragu- ragu saat akan bersalam denganku alhasil aku yang menjabat
tangannya terlebih dulu.
“aku park chorong” ucapnya. Sekarang aku tahu siapa nama
yeoja itu. dia sangat cantik sama seperti namanya. Tapi nama ahyoung tak kalah cantik. Astaga
kenapa aku memikirkan yeoja itu?. luhan fokuslah.
Luhan pov end
Berjarak 2 m dari luhan, ahyoung terus memperhatikan
gerak-gerik luhan dengan yeoja yang ia tak tahu. Melihat ahyoung yang selalu
menatap kearah dua orang yang tengah mengobrol membuat hyerin penasaran.
“young kau kenapa?” tannya hyerin kepada ahyoung. ahyoung menggeleng. Hyerin merasa aneh dengan
tingkah ahyoung yang satu ini. Ini bukan ahyoung yang ia kenal.
“hei menurut kalian siapa namja yang ada disana?” tannya
sera. Ia penasaran siapa namja yang menjadi pusat perhatian murid disini.
“dia luhan, xi luhan. dan aku membencinya” ucap ahyoung
sambil terus menatap luhan.
“mwo?” teriak mereka semua. Mereka bingung bagaimana
ahyoung membenci orang secepat itu . dan mereka juga bingung bagaimana ahyoung
mengenalnya.
“kau mengenalnya?” tanya sera lagi. Ahyoung mengangguk.
“dia orang yang paling aku benci dan sialnya tak lama
lagi kami akan menikah” ucapan ahyoung barusan membuat mereka semua menganga
tak percaya.
“yak bagaimana bisa?” tanya hyemin. Ahyoung mau tak mau
memberitahu semua kapada teman-temannya itu. teman –temannya hanya bisa
memandang ahyoung binngung sekaligus iba. Ia tak tega melihat temannya seperti
ini
Ahyoung melajukan mobilnya dengan malas menuju tempat
yang oemmanya beritahu. Ia memakirkan mobilnya di tempat parkir yang ada
disana. tak jauh dari ahyoung mobil luhan datang. Mereka sama-sama berjalan
menuju tempat yang oemma ahyoung beritahu.
“kalian cepatlah ganti baju” ucap oemma luhan sambil
menggeret keduannya masuk kedalam ruangan yang penuh dengan alat make up.
“oemma ada apa ini?” tannya ahyoung pada oemmannya yang
tengah menyiapkan dress pengantin. Oemma ahyoung tak langsung menjawab karena
ia tahu jika ia menjawab sekarang anaknya pasti akan kabur. Ahyoung mempoutkan
bibirnya karena pertanyaannya tak dijawab oleh oemmanya.
Butuh waktu 30 menit untuk ahyoung memakai dress ini. Ia
semakin bingung karena tiba-tiba saja oemmanya mengoleskan beberapa make up
kewajah ahyoung. ditempat yang berbeda luhan tengah memberi salam kepada tamu
yang hadir bersama dengan appnya dan juga appa ahyoung. perasaan luhan sekarang
campur aduk, tadi ia sudah diberitahu oleh oemmanya jika ini adalah hari
pernikahanya dengan ahyoung. jujur saja ia belum siap untuk menikah.
Setelah semua persiapan telah siap dan para tamu sudah
datang, maka acara pernikahan di mulai. Luhan berjalan dengan perasaan yang
sangat campur aduk di altar. Tak lama luhan berada di altar, ahyoung dan appanya
datang.
Luhan sempat terpukau dengan kecantikan ahyoung. entah kenapa yeoja itu
terlihat cantik dengan make up tipis di wajahnya dan rambut yang digerai.
Tn.han melepaskan tangan anaknya dan menyerahkannya
kepada luhan. ahyoung menatap luhan malas. Ia malas melihat wajah luhan, ia
akui jika wajah itu tampan bahkan sangat tampan tapi tetap saja ia tak menyukainya.
Keduanya kini berdiri diatas altar dengan serasi. Pendeta
yang menjadi pemimpin segera memulai acara janji suci sehidup dan semati itu.
“xi luhan apa kau bersedia menjadi suami dari han ahyoung
susah ataupun senang, kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit seumur hidupmu?”
luhan menarik nafasnya panjang . ia menatap ahyoung sebentar lalu dengan pasti
ia menjawab
“nde saya bersedia” ucap luhan mantap.
“han ahyoung apa kau bersedia menjadi istri dari xi luhan
susah ataupun senang, kaya ataupun miskin, sehat ataupun sakit seumur hidupmu?”
ahyoung merasa ragu antara menjawab ia atau tidak. Tapi saat melihat orang
tuannya yang berharap besar kepadanya membuat ahyoung bingung
“nde saya bersedia” terlihat semua orang disana sangat
senang dengan ucapan ahyoung maupun luhan. tapi kesenangan itu tak ada di
antara kedua pasangan pengantin itu.
“silahkan untuk sang suami mencium sang istri” ahyoung
menatap luhan khawatir. Jujur saja ia belum pernah berciuman. Luhan memajukan
wajahnya. Ahyoung dapat merasakan nafas luhan yang menerpa kulit wajahnya.
Bibir luhan kini telah berada di atas bibir ahyoung. rasa pertama yang luhan
rasakan di bibir ahyoung adalah manis. Mungkin ia akan selalu mencium bibir
ahyoung yang menjadi candu untuknya.
Luhan mulai melumat bibir ahyoung dengan lembut. Selama keduannya berciuman
suara tepuk tangan menghiasi ciuman keduannya.
Setalah acara pernikahan dadakan mereka selesai. Mereka
langsung menuju apartemen baru mereka yang diberikan oleh kedua orang tua
mereka sebagai hadiah. Walaupun mereka pengantin baru tapi mereka pergi menuju
apartemen mereka dengan menggunakan mobil masing-masing.
Ahyoung langsung memesuki aparteman barunya dengan rasa lelah
disekujur tubuhnya. Hari ini ia sangat lelah, tadi pagi ia harus dihukum oleh
ahn saem selama 3 jam dan ia harus berdiri selama 6 jam diacara pernikahannya
dengan luhan. ia memasuki kamar yang ada disana dan merebahkan tubuhnya di atas
ranjang empuk itu. merasa badannya sangat lengket ahyoung langsung pergi menuju
kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Luhan memasuki kamar barunya tak jauh berbeda dengan
ahyoung. hari ini ia sangat lelah. Ia membuka seragamnya dan melemparnya asal.
Saat akan membuka celananya ia dikejutkan oleh ahyoung yang baru selesai mandi.
Ia dapat melihat bra ahyoung yang terkena cahaya lampu. Itu karena pakaian yang
dipakai ahyoung terlewat tipis sehingga memperlihatkan tubuh indahnya. Luhan
meneguk salivanya. Ia terus memandangi bagian itu tanpa berkedip membuat
ahyoung bingung.
“apa kau ingin menggodaku ?” ucap luhan sambil mendekati
ahyoung. ia panik karena luhan menatapnya dengan penuh nafsu.
“mau apa kau?” luhan mendorong ahyoung hingga yeoja itu
terjatuh. Luhan menindih ahyoung dan langsung mencium bibir ahyoung dengan
penuh nafsu. Luhan semakin memperdalam ciumannya itu. ahyoung terus memberontak apa yang dilakukan
luhan, tapi naas tenaga luhan lebih kuat dari tenagannya.
“akh.....” teriak luhan saat ahyoung mencubiitnya.
Ahyoung baru tersadar jika luhan ternyata telanjang dada. Luhan menatap ahyoung
tajam sedangkan yang ditatap langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Luhan tak mau berhenti disitu saja. Ia menarik selimut
yang menutupi ahyoung dengan paksa. Nafsunya kini sudah mencapai puncaknya. Ia
sudah tak tahan melihat ahyoung. ingin rasanya ia menerkam yeoja itu sekarang
juga.
“kya lu lepaskan.... aku sangat lelah” teriak ahyoung
sambil menarik selimut. Ia rasa monster yang ada didalam tubuh luhan mulai
menunjukkan kehadirannya.
“tidak kita harus selesaikan ini” ucap luhan tegas.
Ahyoung masih saja berteriak memohon agar luhan tak melakukannya.
“huwaa... luhan kumohon aku lelah” tangisan ahyoung pun
pecah. Luhan yang melihat ahyoung menangis kembali tersadar, ia mengendorkan
tarikannya dari selimut yang mereka berdua perebutkan.
Ahyoung masih saja menangis. Melihat itu luhan tak tega
dengan yeoja yang sudah sah menjadi istrinya itu. ia memeluk ahyoung lembut. Ia
menidurkan yeoja itu dengan penuh kasih sayang. Jantungnya entah kenapa
berdetak dengan sangat cepat saat berdekatan dengan ahyoung. ia memberikan
kasih sayang yang lebih pada yeoja itu.
Beberapa bulan semenjak kejadian itu keduannya kembali
kesifat asli mereka. Setiap hari ada saja topik pertengkaran mereka. Teman-teman
mereka juga pusing melihat tingkah mereka yang tak pernah akur itu.
Hari ini luhan dan chorong bertemu di taman belakang
sekolah. Persahabatan mereka sekarang
benar-benar sangat erat. Keduannya sama-sama saling mendukung dan memberi
suport. Hari ini keduannya akan mengugkapkan apa yang selami ini mereka
rahasiakan.
“luhan” teriak chorong senang meilihat luhan datang.
Luhan dapat melihat senyum kegemberiaan yang terpancar dari wajah chorong.
“chorong sebenarnya aku-” ucapan luhan terputus oleh ucapan
chorong
“aku mencintaimu” luhan terkejud bukan main saat
mendengar ucapan chorong barusan. Sebenarnya ia datang untuk memberitahu kepada
chorong jika ia telah menikah dengan ahyoung.
tapi saat mendengar ucapan chorong membuat ia tak yakin untuk memberitahu
yang sebenarnya dengan chorong. Tapi ia harus memberitahu chorong kebenarannya.
“mianhe” chorong tahu pasti ia akan ditolak oleh luhan.
ia menatap namja itu dengan penuh harapan.
“mianhe chorong sebenarnya aku datang kesini untuk
memberitahumu sesuatu hal. Sebenarnya aku mencintai yeoja lain dan aku tak akan
pernah melepaskannya.” Jelas luhan. ia sangat menyesal karena ia tak
memberitahu semuannya kepada chorong. Chorong terseyum getir. Hatinya sangat
sakit saat luhan berkata jika ia mencintai orang lain.
“baiklah, jika begitu bahagialah dengannya. Dan kita
masih menjadi teman. Kita lupakan saja kejadian ini arrachi?” ucap chorong
dengan senyum yang ia buat tegar. Luhan merasa tak enak dengan yeoja itu.
Di dalam apartemen yang sepi ahyoung terus saja menangis.
Ia menangisi luhan yang tadi bertemu dengan chorong.
Flasback on
Ahyoung penasaran kemana luhan pergi jadi ia
mengikutinya. Dapat ia lihat jika disana ada chorong. Ia memperhatikan keduanya
dengan intens.
“luhan” teriak chorong senang meilihat luhan datang.
Luhan dapat melihat senyum kegemberiaan yang terpancar dari wajah chorong.
Melihat senyuman yang diberikan luhan kepada chorong membuat hati ahyoung
menjadi sakit
“chorong sebenarnya aku-” ucapan luhan terputus oleh
ucapan chorong
“aku mencintaimu” ahyoung benar-benar terkejud dengan
ucapan chorong barusan. Ia merasa hatinnya semakin sakit. Tak mau mendengar
jawaban luhan ahyoung langsung pergi dari tempat itu dengan deraian air mata
yang membasahi pipinya
Flasback of
Ahyoung terus mengingat kejadian tadi. Luhan yang baru
saja sampai apartemen terkejud dengan tangisan ahyoung yang berada diruang
tengah. Ia mendekati yeoja itu dengan cemas. Ia bingung kenapa yeoja itu bisa
menangis seperti ini.
“kau kenapa?” luhan bertanya dengan lembut kepada ahyoung.
ahyoung tak langsung menjawab pertannya luhan. ia masih terus menangis
melampiaskan kesedihannya
“menurutmu kau lebih memilih mencintai musuhmu yang
selalu bersammu dan membuatmu merasa nyaman atau mencintai orang yang kau
cintai tapi orang itu telah mencintai orang lain?”luhan bingung akan ucapan
ahyoung barusan. Ia mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh ahyoung
“aku akan lebih memilih untuk mencintai musuh yang dapat
membuatku nyaman dan aku akan berusaha agar dia mencintaiku”jawab luhan .ahyoung
tersenyum getir mendengar ucapan luhan.
ia berdiri dari
duduknya menuju kamar. Baru beberapa
langkah tubuhnya terjatuh dan itu membuat luhan khawatir.
Luhan menggoyangkan
tubuh ahyoung. dapat ia rasakan tubuh ahyoung sangat panas. luhan langsung mengangkat
ahyoung masuk kedalam kamar. Ia sangat khawatir dengan keadaan ahyoung.
Dengan hati-hati ia mengusap wajah ahyoung dengan air
dingin agar panasnya turun. Ia juga menempelkan plester turun panas di dahi
ahyoung. mata ahyoung mulai terbuka. Ahyoung dapat melihat luhan yang
menatapnya khawatir.
“kau sudah sadar? Cepat minumlah dulu”luhan menyerahkan
satu gelas air ke ahyoung. ahyoung meneguk air itu sampai setangah. Ia sangat
haus karena menangis. Luhan mengambil semangkuk bubur yang tadi ia buat sebelum
ahyoung sadar.
“cepat makan kau harus makan” luhan menyondorkan bubur ke
ahyoung tapi ditolak yeoja itu.
“aku tak mau” tolak ahyoung.
“jika kau tak mau aku akan menyuapkannya kepadamu” luhan
menyondorkan sesendok bubur ke mulut ahyoung. ahyoung masih saja menutup rapat
mulutnya.
“ayolah young apa kau ingin sakit terus?. Jika kau sakit
aku jadi khawatir kumohon jangan membuatku khawatir” dengan paksaan dari luhan
akhirnya ahyoung membuka mulutnya dan memakan bubur buatan luhan walaupun hanya
3 sendok.
Luhan menarik selimut hingga sebatas bahu ahyoung. ia
mengecup lembut kening ahyoung. ahyoung terkejud dengan perlakuan luhan
untuknya. Ia tak pernah melihat luhan yang sangat menyayanginya dan
menghawatirkanya.
Ahyoung dapat merasakan sebuah tangan yang melingkar di
pinggangnya. Ia melepas tangan luhan dari pinggangnya dan langsung pergi mandi.
Demamnya sudah turun karena perlakuan luhan yang manis kepadanya.
Saat akan pergi ahyoung menulis sebuah note yang ia
tunjukan kepada luhan. setelah menulis note itu ahyoung keluar dari apartem
menuju sekolahnya.
Luhan dapat merasakan sebelah kanannya kosong. Dan benar
saja saat membuka kedua matannya ia tak menemukan ahyoung disana.
“kemana anak itu?” tannyanya lebih kepada dirinya
sendiri. Tak mau ambil pusing luhan segera mandi agar tak terlambat. Saat
hendak memasukkan buku yang akan ia bawa ia tak sengaja melihat sebuah note
yang ditunjukkan untuknya.
Lu aku berangkat dulu. Kau tak usah menghawatirkan aku,
aku sudah sembuh. Oh iya kau tak perlu khawatir tentang hubungan kita aku akan
merahasiakan kepada chorong. Jemputlah chorong sebelum kau berangkat. Semoga
harimu menyenangkan
“apa-apaan dia?” luhan langsung pergi menuju sekolahnya
dan juga ahyoung.
Sesampainya disekolah ia dapat melihat ahyoung tengah
merenung di kursinya sambil mendengarkan lagu dihandphonenya. Luhan mendesah
berat ia berfikir jika ahyoung pasti berfikir dia dan chorong berpacaran.
Disekolah keduannya sama-sama tak fokus dengan materi
yang diajarkan guru mereka.
Ahyoung memasuki apartemennya dengan malas.
“young” ucap luhan saat mereka sudah berada didalam
apartemen. Ahyoung menatap luhan bingung. Ia penasaran apa yang akan diucapkan
oleh luhan kepadanya.
“mwo?” jawab ahyoung malas. Luhan menatap wajah ahyoung lekat. Tanpa diduga luhan mencium
ahyoung dan itu membuat ahyoung sangat terkejud. Luhan merindukan bibir ini, ia
merindukan manisnya bibir ahyoung. luhan melumat bibir ahyoung dengan penuh
nafsu. Tanpa luhan sadari ternyata ahyoung menangis sehingga membuat pipinya
ikut basah karena air mata ahyoung.
“yak apa yang kau lakukan?” teriak ahyoung disela-sela
tangisannya. Ia mengusap bibirnya kasar. Ahyoung menatap luhan tajam. Ia benci
bahkan sangat benci dengan orang yang ada dihadapannya sekarang.
Luhan memeluk ahyoung erat seolah ia tak ingin yeoja itu
pergi. Ahyoung masih saja menangis didalam pelukan luhan.
“apa kau ingat dengan ucapanku tentang lebih mencintai
musuh atau orang yang kau cintai dan jawabanmu adalah musuh apakau tahu siapa
orang yang aku maksud?” luhan menatap ahyoung lekat.
“kau, kau orang yang ku maksud xi luhan namja yang menjadi musuhku dan xi luhan yang aku cintai” ahyoung meluapkan semua kekesalannya kepada luhan. ia memukul dada bidang namja itu walaupun tak keras. Sekarang luhan mengerti kenapa sikap ahyoung akhir-akhir ini berbeda. Akhir-akhir ini ia lebih diam dan jika ia mengganggunya ia tak membalas perlakuan luhan.
“kau, kau orang yang ku maksud xi luhan namja yang menjadi musuhku dan xi luhan yang aku cintai” ahyoung meluapkan semua kekesalannya kepada luhan. ia memukul dada bidang namja itu walaupun tak keras. Sekarang luhan mengerti kenapa sikap ahyoung akhir-akhir ini berbeda. Akhir-akhir ini ia lebih diam dan jika ia mengganggunya ia tak membalas perlakuan luhan.
“kau jahat lu. Kau sangat jahat” ahyoung terus saja
memukul luhan. luhan membiarkan ahyoung melakukan apa yang ia inginkan.
“tenanglah young. Aku hanya ada untukmu. Dan aku
mencintaimu” ucap luhan
“pembohong, jelas-jelas kau mencintai chorong. Apa
menurutmu aku bodoh? Aku tahu tingkahmu kepada chorong seperti apa”
“kau salah aku tak mencintainya karena aku mencintaimu”
“lalu saat di taman belakang sekolah apa yang kau lakukan
dengan chorong?”
“jadi kau melihat dan mendegarnya?”
“nde aku mendegarnya dan itu membuatku sangat sakit”
“kau pasti tidak mendengarkan sampai selesai. Saat itu
chorong menyatakan cintanya kepadaku dan apa kau tahu jawabanku untuknya?”
“kau menerimanya” luhan menggelang
“aku menolaknya karena aku lebih memilihmu, yeoja yang
telah sah menjadi istriku dan yeoja yang aku cintai sampai akhir hidupku sesuai
janji yang aku ucapkan dialtar bersamamu” jelas luhan. hati ahyoung merasa lega
saat luhan berkata seperti itu.
‘jadi jangan pernah beranggapan jika aku mencintai orang
lain karena di hatiku hanya kau ny.xi’ luhan menghapus air mata dipipi ahyoung.
“gomawo lu aku sangat mencintaimu” ahyoung mencium luhan
dan dibalas oleh luhan.
Ahyoung melepas ciuman mereka. Ia mentap luhan membuat
namja itu bingung.
‘yak sejak kapan kau mencintaiku?’
‘sejak melihatmu dialtar. Kau tahu waktu itu jantungku
terasa berhenti berdetak saat melihat kecantikkanmu. Dan aku sangat beruntung
karena aku adalah orang pertama yang mencium bibir ini’ luhan menunjuk bibir
ahyoung.
‘dari mana kau tahu jika kau orang yang pertama
menciumku?’ luhan tersenyum manis. Ia menangkup
wajah ahyoung.
‘dari teman-temanmu’ ahyoung berdecak kesal. Ia kesal
kenapa ia harus menceritakan semua kepada teman-temannya.
‘lalu sejak kapan kau juga mencintaiku?’tannya luhan.
‘sejak kau selalu mengusik kehidupanku’ jawab ahyoung sembarangan.
‘yak...’ dengan cepat ahyoung mencium bibir luhan dan
langsung pergi menunuju kamar mereka.
Hari demi hari mereka lalui bersama dan rasa cinta,kasih
sayang terus berkembang di antara
mereka. Dan tak ada yang dapat memisahkan keduannya, selain maut pastinnya.
END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar