Author: baconlu_7
Lenght:
oneshoot
Genre:
school life, frendship, comedy (maybe)
Cast:
Han Ahyoung (OC)
Oh Sera (OC)
Lee Suyoung (OC)
Choi Hyun Ah (OC)
Kwon Junhi (OC)
Main
cast:-
Rating:
G
Summary:
Ini
adalah sebuah fanfic yang menceritakan tentang 5 orang sahabat yang memiliki
ambisinya masing-masing. Suatu hari mereka menemukan kendala dan meraka tak
dapat menyelesaikan. Bagaimana mereka dapat menyelesaikan kendala itu?
Ahyoung
dengan santainya berjalan di koridor sekolahnya. Ia tak memedulikan dengan
tontonan gratis di sekitarnya. Ia terus berjalan sampai akhirnya ia sampai di
kelasnya. Waktu menunjukkan pukul 8.34 KST tapi pelajaran belum juga di mulai.
Sekolah ini memang istimewa karena biasanya sekolah lain pukul 7 sudah mulai
pelajaran tapi berbeda dengan DSHS mereka bahkan tak memiliki pelajaran tetap
karena guru yang mengajar tak pernah mengajar. Sungguh sekolah yang sangat
keren.
‘hai...’
wajah ahyoung mengekspresikan jika ia sangat bahagia pagi ini. Berbeda dengan
ahyoung sera,hyun ah, junhi dan suyoung malah kebalikannya. Wajah mereka
berempat terlihat kusut dan tak berenergi.
‘ada
apa dengan wajah kalian?’ ahyoung tak sanggup melihat wajah menyedihkan di
depannya.
‘ini
gara-gara suyoung, dia menyuruh kami untuk menonton film bersama di
rumahnya’junhi menyembunyikan wajahnya diantara kedua tangannya yang ia
silangkan di atas meja.
‘film
apa? Kenapa kalian tak mengajakku? Kalian benar-benar’ suyoung menatap ahyoung
malas.
‘pertama
itu adalah film hohor. Kedua kami tak mengajakmu karena kemarin kau sudah
tertidur. Dan ketiga wajah kami ini karena kami tak dapat tidur karena film
yang kami tonton termasuk kedalam deretan film horor yang benar-benar horor’
jelas suyoung. Ia mengikuti apa yang junhi lakukan. Ia sangat mengantuk. Tak
lama mata suyoung maupun junhi tertutup dan mereka mulai memasuki alam mimipi
mereka.
Berbeda
dengan junhi dan suyoung yang tengah tidur hyun ah dan sera masih dapat menahan
diri mereka untuk tak tertidur. Tapi lama kelamaan mata mereka terasa berat dan
brukk mereka tertidur di atas meja dengan wajah saling berhadapan.
Ahyoung
menatap temannya kesal. Ia sangat kesal dan sekarang ia tinggal tidur,
benar-benar menyebalkan. Ahyoung mengambil laptop kesayangannya dan menghidupkannya.
Tak lama ahyoung menghidupkan laptopnya, ia dikejutkan dengan seorang namja
yang masuk kedalam kelasnya.
‘em
permisi boleh bertanya?’ahyoung tak bergeming dari tatapannya kepada namja itu.
Ini adalah pertamanya ahyoung melihat namja dengan wajah tampan dimata ahyoung.
namja itu mendekati ahyoung.ia mengibaskan tangannya di depan wajah ahyoung
membuat ahyoung kembali sadar.
‘oh...’
namja itu tertawa melihat ekspresi ahyoung.
‘boleh
aku bertanya?’ ahyoung mengangguk sungguh dia sangat terpukau dengan wajah
namja yang ada didepannya.
‘aku
ingin bertanya dimana yang namanya han ahyoung’ ucap namja itu. Awalnya ahyoung
terkejud kenapa namja itu mencarinya.
‘kau
mencariku?’ tunjuk dirinya sendiri.
‘han
ahyoung?’ tunjuk namja itu ke ahyoung. ahyoung mengangguk mengiyakan. Wajah
namja itu seketika berseri-seri.
‘jadi
ini kau? Wah sudah lama sekali kita tak bertemu’ namja itu memeluk ahyoung
anarkis dan itu semakin membuat ahyoung bingung. Sera membuka matanya dan
langsung menjitak ahyoung dan namja itu karena telah mengganggu tidurnya.
Setelah itu sera kembali tertidur melanjutkan mimpinya.
‘aish...’ahyoung
menatap sera kesal.
‘tunggu
siapa kau?’ tanya ahyoung.
‘kau
tak mengingatku? Aku xi luhan namja yang paling tampan dan paling pintar’
‘luhan?
Nugu?’ luhan menghela nafasnya panjang.
‘xi
luhan namja yang sedari kecil selalu bersamamu bahkan kita sering tidur dan
mandi bersama. Xi luhan yang selalu berada di sisimu saat orang tuamu
meninggalkanmu untuk mengurusi kerjaan mereka. Xi luhan yang menjadi cinta pertamamu
dan xi luhan yang pertama mencium bibir ini’ jelas luhan sambil menunjuk bibir
ahyoung. jujur saja ia sangat merindukan rasa pada bibir ahyoung.
Otak
ahyoung belum dapat mencerna semua kata—kata yang keluar dari mulut luhan.
Setelah beberapa menit ia mengingat itu semua. Tanpa babibu ahyoung langsung
memeluk luhan erat. Ia sangat merindukan namja itu. Saat kecil luhan terpaksa
harus pindah ke negara asalnya china dan meninggalkan ahyoung di korea.
‘lu
benarkah ini kau?’ luhan tersenyum dan mengangguk. Ia sangat senang jika
ahyoung masih mengingatnya.
‘bagaimana
kau tahu aku disini?’ tanya ahyoung. ia bingung bagaimana luhan dapat
menemukannya ditempat ini.
‘oh
kau tak perlu tahu yang terpenting aku bisa bertemu denganmu. Eum bagaimana jika
kita berkeliling’ luhan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celannya.
Ahyoung baru sadar jika luhan memakai pakaian casual. Ahyoung mengangguk. Luhan
memeluk pundak yeoja itu dan mengajaknya untuk pergi.
Mereka
menuju ke taman yang tak jauh dari kelas ahyoung. disana mereka terlihat
bahagia dan mereka juga terlihat seperti sepasang kekasih yang saling jatuh
cinta. Luhan menidurkan kepalanya di atas paha ahyoung. dan ahyoung tak
keberatan dengan itu. Tangannya mengelus rambut coklat luhan. Ia berfikir bagaimana
bisa rambut luhan bisa selembut ini bahkan rambutnya tak dapat selembut luhan.
‘lu
untuk apa kau menemuiku?’ ucap ahyoung. ahyoung menatap wajah luhan dengan
penasaran. Luhan tak langsung menjawab ia malah menarik tangan ahyoung untuk
merasakan detakan jantungnya di dadanya.
‘apa
kau merasakannya?’
‘nde
jantungmu berdetak tapi...... kenapa berdetaknya cepat sekali?’ luhan tersenyum
lembut.
‘itu
karena aku bersamamu’ ahyoung masih berfikir. Ia tak mengerti apa yang luhan
katakan.
‘aku
tak mengerti lu’ luhan mencubit hidung ahyoung gemas. Bagaimana ada orang
sebodoh ahyoung.
‘yak...’
teriak ahyoung kesal.
‘kau
benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku mencintai gadis bodoh sepertimu?’
mendengar ucapan luhan sekarang ahyoung mengerti.
‘jadi
itu karena kau mencintaiku?’ahyoung sempat tak percaya jika luhan mencintainya.
Luhan mengangguk.
‘sudahlah
aku ingin tidur’. Keduanya sama- sama
tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Suyoung
menggeliat pelan. Ia membuka matannya dan meregangkan ototnya yang kaku. Ia
melihat sekeliling dan mendapati semua temannya tengah tertidur kecuali satu
orang, .ia baru tersadar jika ia tak melihat ahyoung. seingatnya setelah ia
memberitahu kenapa ia lelah ia langsung tidur. Suyoung dapat melihat laptop
milik ahyoung yang masih hidup. Ia menuju laptop itu dan baru ia akan
menyentuhnya laptop itu mati.
‘aish....
yak ireoni ireoni ireoni’ suyoung membangunkan temannya dengan bruntal.
‘yak
kau tak lihat aku masih tidur?’ junhi kembali memposisikan tubuhnya semula.
Suyoung menarik rambut pendek junhi dan itu dapat membuat yeoja itu kesakitan.
‘cepatlah
bangun ahyoung menghilang’ ucap suyoung. Junhi menutup mulutnya karena menguap.
Keributan yang dibuat suyoung mampu membuat sera dan hyun ah terbangun. Sera
menatap suyoung tajam.
‘yak
kenapa kau membangunkan kami hah?’ teriak sera tak terima.
‘dimana
ahyoung?’ tannya hyun ah saat mata sipitnya mulai terbuka. Semua menggeleng.
‘tadi
aku sempat mendengar suara namja’ ucap junhi. Ia tak tahu suara itu mimpi atau
kenyataan. Sera mengingat- ingat saat ia menjitak kepala ahyoung dan seorang
namja.
‘aku
juga sempat menjitak ahyoung dan seorang namja, tapi aku tak tahu namja itu’
suyoung menatap keluar jendela dan mendapati sepasang remaja yang tengah
bermesraan di sebuah taman, dan ia sangat yakin jika yeoja itu adalah ahyoung.
‘kajja’
suyoung berjalan keluar kelas. Hyun ah menatap sera seolah berkata mau kemana?.
Mereka
berempat berjalan beriringan. mereka tak tahu jika ada sebuah lubang yang tertutup
sempurna oleh dedaunan. Dan kalian pasti tahu, mereka semua terjatuh di lubang
yang kedalamannya kurang lebih 2m. Sekolah ini benar-benar banyak memiliki
jebakan. Taman saja memiliki lubang besar.
‘tolong.......tolong.......’teriak
mereka semua dari dalam lubang. Sekeras mereka berteriak tak ada yang dapat
menolong mereka karena lubang ini seperti hampa udara dan suara tak dapat
terdengar dari luar. Jika terdengar
pasti itu hanya suara angin yang mengenai dahan ataupun cicitan tikus.
‘young
apa kau mendengar ada suara?’ ucap luhan. Telinganya memang sangat tajam.
Saking tajamnya ia sangat takut jika ia dapat mendengar suara binatang
berbicara dan suara hantu.
‘pabo,
tentu saja aku dapat mendengar suara. Kau pikir aku tuli?’ ahyoung tak terima
dengan perkataan luhan. Tentu saja ia mendengar ada suara jika ia tak mendengar
bagaimana ia dapat membalas ucapan luhan? dasar namja pabo.
‘bukan
itu, tadi aku mendengar ada yang meminta tolong hanya saja aku tak yakin itu
manusia, hewan ataupun hantu.’luhan mulai bergidik ngeri.
‘tolong.....’
ia dapat mendengar suara itu lagi. Kulitnya mulai merinding. Ia merasa sekolah
ini ada hantunya. Luhan menarik ahyoung pergi dari tempat itu.
‘mau
kemana?’
‘pergi
dari tempat menyeramkan ini’
‘tolong....’
teriak suyoung. Ia merasa suaranya mulai hilang. Ini percuma karena sudah
berapa kali ia berteriak tapi tak ada yang datang untung menolong.
‘kita
harus bagaimana?’ ucap hyun ah dengan suara yang lebih tepat seperti suara
angin. suaranya benar-benar sudah hilang sekarang.
‘aku
punya ide’ ucap sera semangat.
Ia menyuruh hyun ah untuk berjongkok. Hyun ah
tak mengerti apa yang ingin sera lakukan, jadi ia hanya bisa pasrah. Sera
menyuruh junhi untuk naik kepunggung hyun ah. Begitu junhi menaiki punggungnya,
hyun ah merasa ada beban yang besar sekali di punggungnya.
‘junhi
cepatlah naik, lalu mencari ahyoung ah ani kau mencari bantuan saja’ junhi
mengangguk. Hyun ah merasa beban itu pergi seketika. Sungguh junhi benar-benar
berat.
‘dia
benar-benar berat’ ucap hyun ah yang tak didengar oleh sera dan suyoung.
Junhi
berlari mencari ahyoung. saat masuk kedalam kelas ia dapat melihat ahyoung yang
tengah berselfie ria bersama seorang namja yang ia tak kenal dan tak mau kenal.
Tanpa babibu junhi langsung menarik kedua remaja itu.
Saat
sudah di dekat lubang itu, ahyoung dan luhan dapat melihat 3 yeoja yang
terlihat menyedihkan. Mereka langsung membantu 3 yeoja menyedihkan itu.
‘syukurlah
kalian selamat’ ucap ahyoung senang.
‘ini
semua karena kau’ ucap hyun ah dengan sekut tenaga agar semua dapat
mendengarnya.
‘aku?
Wae?’ tunjuk ahyoung pada dirinya sendiri. Ia tak mengerti kenapa ini salahnya.
‘kami
mencarimu, eh kita malah terjauh kedalam lubang sialan ini’ jelas suyoung
dengan kesal.
‘salah
kalian kenapa tak menghubungiku?’ ucap ahyoung, ikut kesal ini murni bukan
kesalahannya kenapa mereka menganggap ini kesalahannya. 4 yeoja itu saling
berpandangan, mereka lupa kenapa mereka tak menelpon atau meng SMS ahyoung.
‘bukan
kau saja yang bodoh tapi ternyata teman-temanmu juga bodoh’ ucap luhan sambil
terkekeh.
‘yak....mwo......’teriak
mereka semua tak terima
END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar