Rabu, 08 Juli 2015

School![Rat Hole]

School![Rat Hole]















Author: baconlu_7
Lenght: oneshoot
Genre: school life, frendship, comedy (maybe)
Cast: Han Ahyoung (OC)
Oh Sera (OC)
Lee Suyoung (OC)
Choi Hyun Ah (OC)
Kwon Junhi (OC)
Main cast:-
Rating: G
Summary:
Ini adalah sebuah fanfic yang menceritakan tentang 5 orang sahabat yang memiliki ambisinya masing-masing. Suatu hari mereka menemukan kendala dan meraka tak dapat menyelesaikan. Bagaimana mereka dapat menyelesaikan kendala itu?

Ahyoung dengan santainya berjalan di koridor sekolahnya. Ia tak memedulikan dengan tontonan gratis di sekitarnya. Ia terus berjalan sampai akhirnya ia sampai di kelasnya. Waktu menunjukkan pukul 8.34 KST tapi pelajaran belum juga di mulai. Sekolah ini memang istimewa karena biasanya sekolah lain pukul 7 sudah mulai pelajaran tapi berbeda dengan DSHS mereka bahkan tak memiliki pelajaran tetap karena guru yang mengajar tak pernah mengajar. Sungguh sekolah yang sangat keren.
‘hai...’ wajah ahyoung mengekspresikan jika ia sangat bahagia pagi ini. Berbeda dengan ahyoung sera,hyun ah, junhi dan suyoung malah kebalikannya. Wajah mereka berempat terlihat kusut dan tak berenergi.
‘ada apa dengan wajah kalian?’ ahyoung tak sanggup melihat wajah menyedihkan di depannya.
‘ini gara-gara suyoung, dia menyuruh kami untuk menonton film bersama di rumahnya’junhi menyembunyikan wajahnya diantara kedua tangannya yang ia silangkan di atas meja.
‘film apa? Kenapa kalian tak mengajakku? Kalian benar-benar’ suyoung menatap ahyoung malas.
‘pertama itu adalah film hohor. Kedua kami tak mengajakmu karena kemarin kau sudah tertidur. Dan ketiga wajah kami ini karena kami tak dapat tidur karena film yang kami tonton termasuk kedalam deretan film horor yang benar-benar horor’ jelas suyoung. Ia mengikuti apa yang junhi lakukan. Ia sangat mengantuk. Tak lama mata suyoung maupun junhi tertutup dan mereka mulai memasuki alam mimipi mereka.
Berbeda dengan junhi dan suyoung yang tengah tidur hyun ah dan sera masih dapat menahan diri mereka untuk tak tertidur. Tapi lama kelamaan mata mereka terasa berat dan brukk mereka tertidur di atas meja dengan wajah saling berhadapan.
Ahyoung menatap temannya kesal. Ia sangat kesal dan sekarang ia tinggal tidur, benar-benar menyebalkan. Ahyoung mengambil laptop kesayangannya dan menghidupkannya. Tak lama ahyoung menghidupkan laptopnya, ia dikejutkan dengan seorang namja yang masuk kedalam kelasnya.
‘em permisi boleh bertanya?’ahyoung tak bergeming dari tatapannya kepada namja itu. Ini adalah pertamanya ahyoung melihat namja dengan wajah tampan dimata ahyoung. namja itu mendekati ahyoung.ia mengibaskan tangannya di depan wajah ahyoung membuat ahyoung kembali sadar.
‘oh...’ namja itu tertawa melihat ekspresi ahyoung.
‘boleh aku bertanya?’ ahyoung mengangguk sungguh dia sangat terpukau dengan wajah namja yang ada didepannya.
‘aku ingin bertanya dimana yang namanya han ahyoung’ ucap namja itu. Awalnya ahyoung terkejud kenapa namja itu mencarinya.
‘kau mencariku?’ tunjuk dirinya sendiri.
‘han ahyoung?’ tunjuk namja itu ke ahyoung. ahyoung mengangguk mengiyakan. Wajah namja itu seketika berseri-seri.
‘jadi ini kau? Wah sudah lama sekali kita tak bertemu’ namja itu memeluk ahyoung anarkis dan itu semakin membuat ahyoung bingung. Sera membuka matanya dan langsung menjitak ahyoung dan namja itu karena telah mengganggu tidurnya. Setelah itu sera kembali tertidur melanjutkan mimpinya.
‘aish...’ahyoung menatap sera kesal.
‘tunggu siapa kau?’ tanya ahyoung.
‘kau tak mengingatku? Aku xi luhan namja yang paling tampan dan paling pintar’
‘luhan? Nugu?’ luhan menghela nafasnya panjang.
‘xi luhan namja yang sedari kecil selalu bersamamu bahkan kita sering tidur dan mandi bersama. Xi luhan yang selalu berada di sisimu saat orang tuamu meninggalkanmu untuk mengurusi kerjaan mereka. Xi luhan yang menjadi cinta pertamamu dan xi luhan yang pertama mencium bibir ini’ jelas luhan sambil menunjuk bibir ahyoung. jujur saja ia sangat merindukan rasa pada bibir ahyoung.
Otak ahyoung belum dapat mencerna semua kata—kata yang keluar dari mulut luhan. Setelah beberapa menit ia mengingat itu semua. Tanpa babibu ahyoung langsung memeluk luhan erat. Ia sangat merindukan namja itu. Saat kecil luhan terpaksa harus pindah ke negara asalnya china dan meninggalkan ahyoung di korea.
‘lu benarkah ini kau?’ luhan tersenyum dan mengangguk. Ia sangat senang jika ahyoung masih mengingatnya.
‘bagaimana kau tahu aku disini?’ tanya ahyoung. ia bingung bagaimana luhan dapat menemukannya ditempat ini.
‘oh kau tak perlu tahu yang terpenting aku bisa bertemu denganmu. Eum bagaimana jika kita berkeliling’ luhan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celannya. Ahyoung baru sadar jika luhan memakai pakaian casual. Ahyoung mengangguk. Luhan memeluk pundak yeoja itu dan mengajaknya untuk pergi.
Mereka menuju ke taman yang tak jauh dari kelas ahyoung. disana mereka terlihat bahagia dan mereka juga terlihat seperti sepasang kekasih yang saling jatuh cinta. Luhan menidurkan kepalanya di atas paha ahyoung. dan ahyoung tak keberatan dengan itu. Tangannya mengelus rambut coklat luhan. Ia berfikir bagaimana bisa rambut luhan bisa selembut ini bahkan rambutnya tak dapat selembut luhan.
‘lu untuk apa kau menemuiku?’ ucap ahyoung. ahyoung menatap wajah luhan dengan penasaran. Luhan tak langsung menjawab ia malah menarik tangan ahyoung untuk merasakan detakan jantungnya di dadanya.
‘apa kau merasakannya?’
‘nde jantungmu berdetak tapi...... kenapa berdetaknya cepat sekali?’ luhan tersenyum lembut.
‘itu karena aku bersamamu’ ahyoung masih berfikir. Ia tak mengerti apa yang luhan katakan.
‘aku tak mengerti lu’ luhan mencubit hidung ahyoung gemas. Bagaimana ada orang sebodoh ahyoung.
‘yak...’ teriak ahyoung kesal.
‘kau benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku mencintai gadis bodoh sepertimu?’ mendengar ucapan luhan sekarang ahyoung mengerti.
‘jadi itu karena kau mencintaiku?’ahyoung sempat tak percaya jika luhan mencintainya. Luhan mengangguk.
‘sudahlah aku ingin tidur’.  Keduanya sama- sama tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Suyoung menggeliat pelan. Ia membuka matannya dan meregangkan ototnya yang kaku. Ia melihat sekeliling dan mendapati semua temannya tengah tertidur kecuali satu orang, .ia baru tersadar jika ia tak melihat ahyoung. seingatnya setelah ia memberitahu kenapa ia lelah ia langsung tidur. Suyoung dapat melihat laptop milik ahyoung yang masih hidup. Ia menuju laptop itu dan baru ia akan menyentuhnya laptop itu mati.
‘aish.... yak ireoni ireoni ireoni’ suyoung membangunkan temannya dengan bruntal.
‘yak kau tak lihat aku masih tidur?’ junhi kembali memposisikan tubuhnya semula. Suyoung menarik rambut pendek junhi dan itu dapat membuat yeoja itu kesakitan.
‘cepatlah bangun ahyoung menghilang’ ucap suyoung. Junhi menutup mulutnya karena menguap. Keributan yang dibuat suyoung mampu membuat sera dan hyun ah terbangun. Sera menatap suyoung tajam.
‘yak kenapa kau membangunkan kami hah?’ teriak sera tak terima.
‘dimana ahyoung?’ tannya hyun ah saat mata sipitnya mulai terbuka. Semua menggeleng.
‘tadi aku sempat mendengar suara namja’ ucap junhi. Ia tak tahu suara itu mimpi atau kenyataan. Sera mengingat- ingat saat ia menjitak kepala ahyoung dan seorang namja.
‘aku juga sempat menjitak ahyoung dan seorang namja, tapi aku tak tahu namja itu’ suyoung menatap keluar jendela dan mendapati sepasang remaja yang tengah bermesraan di sebuah taman, dan ia sangat yakin jika yeoja itu adalah ahyoung.
‘kajja’ suyoung berjalan keluar kelas. Hyun ah menatap sera seolah berkata mau kemana?.
Mereka berempat berjalan beriringan. mereka tak tahu jika ada sebuah lubang yang tertutup sempurna oleh dedaunan. Dan kalian pasti tahu, mereka semua terjatuh di lubang yang kedalamannya kurang lebih 2m. Sekolah ini benar-benar banyak memiliki jebakan. Taman saja memiliki lubang besar.
‘tolong.......tolong.......’teriak mereka semua dari dalam lubang. Sekeras mereka berteriak tak ada yang dapat menolong mereka karena lubang ini seperti hampa udara dan suara tak dapat terdengar dari  luar. Jika terdengar pasti itu hanya suara angin yang mengenai dahan ataupun cicitan tikus.

‘young apa kau mendengar ada suara?’ ucap luhan. Telinganya memang sangat tajam. Saking tajamnya ia sangat takut jika ia dapat mendengar suara binatang berbicara dan suara hantu.
‘pabo, tentu saja aku dapat mendengar suara. Kau pikir aku tuli?’ ahyoung tak terima dengan perkataan luhan. Tentu saja ia mendengar ada suara jika ia tak mendengar bagaimana ia dapat membalas ucapan luhan? dasar namja pabo.
‘bukan itu, tadi aku mendengar ada yang meminta tolong hanya saja aku tak yakin itu manusia, hewan ataupun hantu.’luhan mulai bergidik ngeri.
‘tolong.....’ ia dapat mendengar suara itu lagi. Kulitnya mulai merinding. Ia merasa sekolah ini ada hantunya. Luhan menarik ahyoung pergi dari tempat itu.
‘mau kemana?’
‘pergi dari tempat menyeramkan ini’

‘tolong....’ teriak suyoung. Ia merasa suaranya mulai hilang. Ini percuma karena sudah berapa kali ia berteriak tapi tak ada yang datang untung menolong.
‘kita harus bagaimana?’ ucap hyun ah dengan suara yang lebih tepat seperti suara angin. suaranya benar-benar sudah hilang sekarang.
‘aku punya ide’ ucap sera semangat.
 Ia menyuruh hyun ah untuk berjongkok. Hyun ah tak mengerti apa yang ingin sera lakukan, jadi ia hanya bisa pasrah. Sera menyuruh junhi untuk naik kepunggung hyun ah. Begitu junhi menaiki punggungnya, hyun ah merasa ada beban yang besar sekali di punggungnya.
‘junhi cepatlah naik, lalu mencari ahyoung ah ani kau mencari bantuan saja’ junhi mengangguk. Hyun ah merasa beban itu pergi seketika. Sungguh junhi benar-benar berat.
‘dia benar-benar berat’ ucap hyun ah yang tak didengar oleh sera dan suyoung.
Junhi berlari mencari ahyoung. saat masuk kedalam kelas ia dapat melihat ahyoung yang tengah berselfie ria bersama seorang namja yang ia tak kenal dan tak mau kenal. Tanpa babibu junhi langsung menarik kedua remaja itu.
Saat sudah di dekat lubang itu, ahyoung dan luhan dapat melihat 3 yeoja yang terlihat menyedihkan. Mereka langsung membantu 3 yeoja menyedihkan itu.
‘syukurlah kalian selamat’ ucap ahyoung senang.
‘ini semua karena kau’ ucap hyun ah dengan sekut tenaga agar semua dapat mendengarnya.
‘aku? Wae?’ tunjuk ahyoung pada dirinya sendiri. Ia tak mengerti kenapa ini salahnya.
‘kami mencarimu, eh kita malah terjauh kedalam lubang sialan ini’ jelas suyoung dengan kesal.
‘salah kalian kenapa tak menghubungiku?’ ucap ahyoung, ikut kesal ini murni bukan kesalahannya kenapa mereka menganggap ini kesalahannya. 4 yeoja itu saling berpandangan, mereka lupa kenapa mereka tak menelpon atau meng SMS ahyoung.
‘bukan kau saja yang bodoh tapi ternyata teman-temanmu juga bodoh’ ucap luhan sambil terkekeh.
‘yak....mwo......’teriak mereka semua tak terima
END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar