Rabu, 08 Juli 2015

School![ Idiot Men]

School![ Idiot Men]















Author: Baconlu_7
Lenght: oneshoot
Genre: school life, frendship, comedy (maybe)
Cast: Han Ahyoung (OC)
Oh Sera (OC)
Lee Suyoung (OC)
Choi Hyun Ah (OC)
Kwon Junhi (OC)
Main cast:-
Rating: G
Summary:
Ini adalah sebuah fanfic yang menceritakan tentang 5 orang sahabat yang memiliki ambisinya masing-masing. Suatu hari mereka menemukan kendala dan meraka tak dapat menyelesaikan. Bagaimana mereka dapat menyelesaikan kendala itu?

Divert Senior High School adalah sekolah yang termasuk kedalam sekolah yang paling buruk di seluruh korea. sekolah itu hanya memiliki kurang lebih 200 murid. Yang rata-rata dari mereka adalah gangster. Banyak gosip yang beredar jika lulusan dari sekolah itu tak akan pernah masuk kedalam universitas di korea. tapi sekolah itu termasuk kedalam sekolah terhebat di korea karena itu adalah satu-satunya sekolah yang masih bertahan sampai sekarang.
Hampir semua murid yang ada disini belajar semaunya sendiri. Bahkan gurunya saja tak menegur ataupun memberi hukuman kepada murid yang bersalah. Setiap hari benyak murid yang terluka karena pertengkaran yang mereka buat sendiri. Wanita, pria hampir semuanya melakukan hal itu.
Di sebuah kelas yang lumayan sepi tengah terjadi pertangkaran 5 orang yeoja. Mereka tak mau mengalah satu sama lain karena ambisi mereka terlalu kuat untuk mengalah.
“harusnya kita dapat menang jika Ahyoung tidak teledor” teriak Sera. Yeoja berkacamata dan berambut pendek yang ia semir dengan warna ungu tua.
“yak enak saja itu bukan salahku seharusnya kau menyalahkan Hyun Ah. Dia yang menyebabkan kita kalah” tunjuk Ahyoung. yeoja dengan rambut sebahu dan topi merah di kepalanya. Hyun Ah yang tak terima langsung menatap Ahyoung sengit.
“mwo? Enak saja kau menuduhku jelas-jelas ini salahmu” kemarahan Hyun Ah sudah tak dapat di bendung lagi. Ia benar-benar marah dengan yeoja yang ada di depannya.
“yak bisakah kalian berhenti?” teriak Junhi. Yeoja dengan permen di mulutnya. Junhi menatap satu-peratu teman-temannya. Ia menghela nafasnya kasar
“bagaimana bisa kalian bertengkar tentang hal sepele seperti ini hah?” Junhi mengangkat sebuah laptop. Mereka bertengkar bukan bertengkar tentang pertandingan yang membuat mereka kalah melainkan mereka bertengkar karena mereka kalah dalam sebuah game online. Bayangkan saja game online dapat membuat keribuatan dan pertengkaran yang sangat besar.
Suyoung yang tak tahan dengan tingkah teman-temannya lebih memilih untuk pergi. Kepalanya sangat pusing mendengarkan pertengkaran yang tak ada habis-habisnya itu. Di luar ia dapat melihat ada keributan yang tak jauh berbeda dengan keributan yang dibuat oleh teman-temannya. Ia tak habis fikir kenapa seluruh murid dan guru disini tak pernah bosan untuk bertengkar dan membuat keributan. Sungguh ini memengaluar yang luar biasa menurutnya.
Pertengkaran antara Ahyoung,Hyun Ah, Junhi dan Sera masih belum berakhir. Mereka mash saling berada mulut dan saling menyalahkan. Bugh... suara itu membuat peretengkaran mereka berhenti. Mereka pergi keluar untuk melihat siapa yang membuat suara seperti itu. Mereka dapat melihat beberapa pria yang tengah berkelahi dan itu adalah hal biasa untuk mereka. Tanpa mereka sadari mereka saling baikan dan tak ada pertengkaran dari mereka. Mereka saling tertawa dan tersyum bersama.
“bagaimana jika kita ke kantin” usul Ahyoung dan diberi anggukan oleh semua. Mereka berjalan menuju kantin. Disana ia dapat melihat Suyoung tengah menikmati makannannya. Mereka baru tersadar jika sedari tadi Suyoung tak bersama mereka. Mereka menuju tempat dimana Suyoung duduk.
“uhukkh....” Suyoung tersedak karena Hyun Ah menepuk pundaknya. Dan itu membuat makanan yang ia makan menyembur keluar.
“yak...” teriak Suyoung setelah ia meminum susu yang ia pesan. Ahyoung, Junhi,Hyun Ah dan Sera duduk di bangku yang ada disana tak memedulikan kemarahan Suyoung. Perut mereka terasa sangat lapar karena pertengkaran tadi.
Tring........ ada pesan......ada pesan......yo yo yo yo...    
Sera mengambil handphone miliknya yang berdering menandakan ada pesan. Ia membuka kunci pada layar itu. Betapa terkejudnya ia saat mengetahui jika ia akan kedatangan tamu yang tak diundang, bahkan ia tak akan mau mengundang orang itu.
“ada apa?” tanya Junhi penasaran dengan isi pesan di handphone Sera. Raut wajah Sera seketika pucat.
“dia akan datang” mengerti dengan yang Sera katakan. Junhi,Ahyoung, Suyoung dan Hyun Ah menunjukan wajah yang sangat terkejud.
Sebenarnya yang mengirim pesan adalah kim Woobin. Namja yang sangat idiot menurut mereka dan namja yang paling mereka benci. Kim Woobin adalah namja yang sedari dulu selalu merusak kehidupan mereka. Ia merusak dalam hal kesenangan yang mereka buat dan ia merusak semua yang dapat ia rusak bahkan sebulan lalu ia baru saja merusak laptop kesayangan Ahyoung, mobil milik Hyun Ah, buku limited edition milik Suyoung, handphone baru Sera dan yang paling parah ia merusak hubungan Junhi dengan kekasih barunya. Dan kedatangan Woobin adalah bencana besar.
“kita harus bagaimana?” Ahyoung mulai panik.
“bagaimana jika ia usir dia dengan kasar” ucap Junhi
“tidak kita bunuh saja dia” ucapan Sera membuat semua menatapnya tak percaya.
“tidak kita harus mebuat ia pergi dengan sendirinya” Suyoung mulai angkat bicara
“kita kabur saja sekarang” ucap Hyun Ah. Dan terjadilah perang dunia 3 antara Hyun Ah,Junhi,Suyoung,Sera dan Ahyoung tentang cara memberantas kim Woobin.
Satu jam mereka bertengkar. Saking asiknya bertengkar mereka tak sadar jika jam pulang sekolah sudah lewat. Dari jauh terlihat seorang namja yang dengan tenang dan senyum dibibirnya berjalan kearah 5 sahabat itu. Yap dia adalah kim Woobin, bencana besar bagi mereka semua.
“kita harus pergi...kita..... bunuh saja.......usir saja......” teriak mereka tak mau kalah. Ambisi mereka sangatlah kuat dan tak ada kata menyerah untuk mereka.
“hai....” ucap Woobin dengan wajah tampannya. Tapi tidak buat Ahyoung,Suyoung,Hyun Ah,Junhi dan Sera. Seketika mereka semua diam. Woobin menatap mereka semua satu-persatu. Ia dapat melihat ketegangan dan kepanikan di wajah mereka.
“kalian kenapa? Apa kalian tak merindukanku?” ucapnya penuh percaya diri. Sungguh jika ini bukan kantin mereka pasti akan muntah tepat diwajah Woobin. Melihatnya saja mereka sudah ingin mengeluarkan semua isi di perut mereka.
“lari.....” teriak Junhi. Ia berlari meninggalkan Woobin dan di susul oleh teman-temannya. Woobin menggaruk tengkuknya yang gatal karena di gigit semut. Ia bingung dengan tingkah teman- temannya. Ia berfikir bukankah seharusnya ia mendapat sambutan yang baik dan berkesan tapi yang ia dapat adalah tingkah aneh dari teman-temannya.

Diluar sekolah Ahyoung,Junhi,Suyoung,Hyun Ah,dan Sera terus berlari sampai kerumah mereka masing-masing. Mereka bahkan sampai melupakan tas,laptop, dan barang mereka yang lain yang masih berada di sekolah. Mengingat jika mereka melupakan barang-barang milik mereka. Mereka buru-buru kembali kesekolah untuk mengambil barang mereka.
Dengan hati yang was-was Ahyoung memasuki sekolahnya. Ia datang terlebih dahulu karena jarak rumah dan sekolahnya cukup dekat. Seketika kakinya tak dapat berjalan saat ia meresakan ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya. Ahyoung dengan hati-hati berbalik. Ia dapat bernafas lega saat melihat Junhi, dan lainnya.
“huh... aku pikir kau si idiot” Ahyoung mengelus dadanya pelan. Setelah mengatur nafasnya yang kekurangan oksigen karena berlari mereka mulai berjalan masuk kedalam sekolah. Suasana menjadi menyeramkan saat kedatangan Woobin dan terlebih lagi awan dilangit berwarna hitam.
Dengan langkah yang hati-hati dan pelan mereka berjalan di sepanjang koridor menuju kelas mereka. Walaupun tampak sepi tapi sekolah ini tak pernah sepi karena masih banyak murid yang berada disini bahkan mereka sering menginap atau bahkan melakukan hal-hal itu di sekolah.
Sesampainya di kelas, mereka langsung memasukkan barang mereka dengan terburu-buru kedalam tas. Tap..tap...tap... mereka dapat mendengar suara langkah kaki yang beraturan menuju kelas mereka.
“nanana...nana..na.........” deg jantung mereka seketika ingin keluar saat mendengar suara itu. Sura yang dapat membuat mereka semua merinding. Suara yang dapat menghantui mereka setiap hari.
Mereka tak tahu harus kemana. Jika mereka pergi mereka akan ketahuan oleh Woobin dan jika mereka tetap disini pasti ini akan menjadi neraka bagi mereka. Ahyoung langsung bersembunyi di bawah meja, di ikuti dengan Sera yang bersembunyi di belakang pintu, Junhi dan Hyun Ah di dalam lemari dan Suyoung yang bersembunyi di bawah meja.
Suara langkah kaki terdengar dengan jelas. Keringat dingin mulai membasahi dahi dan pelipis mereka. Woobin melangkahkan kakinya ringan seolah tak ada beban berbeda dengan 5 yeoja yang tengah panik. Di dalam kelas ia tak menemukan satu orangpun disana tapi ia dapat melihat barang-barang yang tak asing baginya.
Ia maju selangkah demi selangkah membuat jantung yeoja itu berdebar tak karuan.
“oh bukankah ini milik Sera?” ucapnya sambil mengangkat tas berwarna biru. Selain tas Sera ia juga menemukan tas Ahyoung yang tak tertutup dengan rapat, tas Suyoung yang terjatuh,tas Hyun Ah yang tertutup dengan rapat. Tas Junhi? Oh Junhi tengah memegang tasnya dengan erat sebagai pelampiasan kepanikannya.
Melihat tas Suyoung yang terjatuh membuat Woobin ingin mengambilnya. Saat akan berjongkok perasaan Ahyoung dan Suyoung benar-benar panik dan Sera ia hanya bisa mengintip dari belakang pintu dengan perasaan takut. Saat tangan Woobin sudah mencapai tas milik Suyoung tak sengaja Hyun Ah bersin dan itu membuat kepanikan mereka semakin menjadi-jadi.
“apa ada orang?” ucap Woobin. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. Ia mulai merasakan ada hal yang aneh di kelas ini. Ia  memegang tengkuknya takut. Jujur saja ia sangat takut dengan yang namanya hantu.
Woobin mulai berjalan mendekati lemari yang ada di belakang kelas. Ia berjalan dengan sangat pelan sampai tak terdengar suara langkah kakinya. Tangan Woobin terangkat untuk mencapai pegangan lemari. Dengan jantung yang berdebar Woobin membuka lemari itu.
“a..................” teriak Junhi,Hyun Ah dan Woobin bebarengan. Junhi menendang benda keramat milik Woobin membuat pemilknuya kesakitan. Ia  buru-buru lari dan di ikuti yang lain. Woobin masih merasakan sakit dan ia tak dapat berdiri karena miliknya yang di tendang dengan keras oleh Junhi.
“hah...hah... akhirnya kita bebas juga” ucap Hyun Ah saat mereka tengah berada diluar sekolah. Semua mengangguk senang merka lega karena mereka dapat terhindar dari namja idiot Kim Woobin.
END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar