Author: Baconlu_7
Lenght:
oneshoot
Genre:
school life, frendship, comedy (maybe)
Cast:
Han Ahyoung (OC)
Oh Sera (OC)
Lee Suyoung (OC)
Choi Hyun Ah (OC)
Kwon Junhi (OC)
Main
cast:-
Rating:
G
Summary:
Ini
adalah sebuah fanfic yang menceritakan tentang 5 orang sahabat yang memiliki
ambisinya masing-masing. Suatu hari mereka menemukan kendala dan meraka tak
dapat menyelesaikan. Bagaimana mereka dapat menyelesaikan kendala itu?
Divert
Senior High School adalah sekolah yang termasuk kedalam sekolah yang paling
buruk di seluruh korea. sekolah itu hanya memiliki kurang lebih 200 murid. Yang
rata-rata dari mereka adalah gangster. Banyak gosip yang beredar jika lulusan
dari sekolah itu tak akan pernah masuk kedalam universitas di korea. tapi
sekolah itu termasuk kedalam sekolah terhebat di korea karena itu adalah
satu-satunya sekolah yang masih bertahan sampai sekarang.
Hampir
semua murid yang ada disini belajar semaunya sendiri. Bahkan gurunya saja tak
menegur ataupun memberi hukuman kepada murid yang bersalah. Setiap hari benyak
murid yang terluka karena pertengkaran yang mereka buat sendiri. Wanita, pria
hampir semuanya melakukan hal itu.
Di
sebuah kelas yang lumayan sepi tengah terjadi pertangkaran 5 orang yeoja.
Mereka tak mau mengalah satu sama lain karena ambisi mereka terlalu kuat untuk
mengalah.
“harusnya
kita dapat menang jika Ahyoung tidak teledor” teriak Sera. Yeoja berkacamata
dan berambut pendek yang ia semir dengan warna ungu tua.
“yak
enak saja itu bukan salahku seharusnya kau menyalahkan Hyun Ah. Dia yang
menyebabkan kita kalah” tunjuk Ahyoung. yeoja dengan rambut sebahu dan topi
merah di kepalanya. Hyun Ah yang tak terima langsung menatap Ahyoung sengit.
“mwo?
Enak saja kau menuduhku jelas-jelas ini salahmu” kemarahan Hyun Ah sudah tak
dapat di bendung lagi. Ia benar-benar marah dengan yeoja yang ada di depannya.
“yak
bisakah kalian berhenti?” teriak Junhi. Yeoja dengan permen di mulutnya. Junhi
menatap satu-peratu teman-temannya. Ia menghela nafasnya kasar
“bagaimana
bisa kalian bertengkar tentang hal sepele seperti ini hah?” Junhi mengangkat
sebuah laptop. Mereka bertengkar bukan bertengkar tentang pertandingan yang
membuat mereka kalah melainkan mereka bertengkar karena mereka kalah dalam
sebuah game online. Bayangkan saja game online dapat membuat keribuatan dan
pertengkaran yang sangat besar.
Suyoung
yang tak tahan dengan tingkah teman-temannya lebih memilih untuk pergi.
Kepalanya sangat pusing mendengarkan pertengkaran yang tak ada habis-habisnya
itu. Di luar ia dapat melihat ada keributan yang tak jauh berbeda dengan
keributan yang dibuat oleh teman-temannya. Ia tak habis fikir kenapa seluruh
murid dan guru disini tak pernah bosan untuk bertengkar dan membuat keributan.
Sungguh ini memengaluar yang luar biasa menurutnya.
Pertengkaran
antara Ahyoung,Hyun Ah, Junhi dan Sera masih belum berakhir. Mereka mash saling
berada mulut dan saling menyalahkan. Bugh... suara itu membuat peretengkaran
mereka berhenti. Mereka pergi keluar untuk melihat siapa yang membuat suara
seperti itu. Mereka dapat melihat beberapa pria yang tengah berkelahi dan itu
adalah hal biasa untuk mereka. Tanpa mereka sadari mereka saling baikan dan tak
ada pertengkaran dari mereka. Mereka saling tertawa dan tersyum bersama.
“bagaimana
jika kita ke kantin” usul Ahyoung dan diberi anggukan oleh semua. Mereka berjalan
menuju kantin. Disana ia dapat melihat Suyoung tengah menikmati makannannya.
Mereka baru tersadar jika sedari tadi Suyoung tak bersama mereka. Mereka menuju
tempat dimana Suyoung duduk.
“uhukkh....”
Suyoung tersedak karena Hyun Ah menepuk pundaknya. Dan itu membuat makanan yang
ia makan menyembur keluar.
“yak...”
teriak Suyoung setelah ia meminum susu yang ia pesan. Ahyoung, Junhi,Hyun Ah
dan Sera duduk di bangku yang ada disana tak memedulikan kemarahan Suyoung.
Perut mereka terasa sangat lapar karena pertengkaran tadi.
Tring........ ada
pesan......ada pesan......yo yo yo yo...
Sera
mengambil handphone miliknya yang berdering menandakan ada pesan. Ia membuka
kunci pada layar itu. Betapa terkejudnya ia saat mengetahui jika ia akan
kedatangan tamu yang tak diundang, bahkan ia tak akan mau mengundang orang itu.
“ada
apa?” tanya Junhi penasaran dengan isi pesan di handphone Sera. Raut wajah Sera
seketika pucat.
“dia
akan datang” mengerti dengan yang Sera katakan. Junhi,Ahyoung, Suyoung dan Hyun
Ah menunjukan wajah yang sangat terkejud.
Sebenarnya
yang mengirim pesan adalah kim Woobin. Namja yang sangat idiot menurut mereka
dan namja yang paling mereka benci. Kim Woobin adalah namja yang sedari dulu
selalu merusak kehidupan mereka. Ia merusak dalam hal kesenangan yang mereka
buat dan ia merusak semua yang dapat ia rusak bahkan sebulan lalu ia baru saja
merusak laptop kesayangan Ahyoung, mobil milik Hyun Ah, buku limited edition
milik Suyoung, handphone baru Sera dan yang paling parah ia merusak hubungan Junhi
dengan kekasih barunya. Dan kedatangan Woobin adalah bencana besar.
“kita
harus bagaimana?” Ahyoung mulai panik.
“bagaimana
jika ia usir dia dengan kasar” ucap Junhi
“tidak
kita bunuh saja dia” ucapan Sera membuat semua menatapnya tak percaya.
“tidak
kita harus mebuat ia pergi dengan sendirinya” Suyoung mulai angkat bicara
“kita
kabur saja sekarang” ucap Hyun Ah. Dan terjadilah perang dunia 3 antara Hyun Ah,Junhi,Suyoung,Sera
dan Ahyoung tentang cara memberantas kim Woobin.
Satu
jam mereka bertengkar. Saking asiknya bertengkar mereka tak sadar jika jam
pulang sekolah sudah lewat. Dari jauh terlihat seorang namja yang dengan tenang
dan senyum dibibirnya berjalan kearah 5 sahabat itu. Yap dia adalah kim Woobin,
bencana besar bagi mereka semua.
“kita
harus pergi...kita..... bunuh saja.......usir saja......” teriak mereka tak mau
kalah. Ambisi mereka sangatlah kuat dan tak ada kata menyerah untuk mereka.
“hai....”
ucap Woobin dengan wajah tampannya. Tapi tidak buat Ahyoung,Suyoung,Hyun Ah,Junhi
dan Sera. Seketika mereka semua diam. Woobin menatap mereka semua satu-persatu.
Ia dapat melihat ketegangan dan kepanikan di wajah mereka.
“kalian
kenapa? Apa kalian tak merindukanku?” ucapnya penuh percaya diri. Sungguh jika
ini bukan kantin mereka pasti akan muntah tepat diwajah Woobin. Melihatnya saja
mereka sudah ingin mengeluarkan semua isi di perut mereka.
“lari.....”
teriak Junhi. Ia berlari meninggalkan Woobin dan di susul oleh teman-temannya. Woobin
menggaruk tengkuknya yang gatal karena di gigit semut. Ia bingung dengan tingkah
teman- temannya. Ia berfikir bukankah seharusnya ia mendapat sambutan yang baik
dan berkesan tapi yang ia dapat adalah tingkah aneh dari teman-temannya.
Diluar
sekolah Ahyoung,Junhi,Suyoung,Hyun Ah,dan Sera terus berlari sampai kerumah
mereka masing-masing. Mereka bahkan sampai melupakan tas,laptop, dan barang
mereka yang lain yang masih berada di sekolah. Mengingat jika mereka melupakan
barang-barang milik mereka. Mereka buru-buru kembali kesekolah untuk mengambil
barang mereka.
Dengan
hati yang was-was Ahyoung memasuki sekolahnya. Ia datang terlebih dahulu karena
jarak rumah dan sekolahnya cukup dekat. Seketika kakinya tak dapat berjalan
saat ia meresakan ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya. Ahyoung dengan
hati-hati berbalik. Ia dapat bernafas lega saat melihat Junhi, dan lainnya.
“huh...
aku pikir kau si idiot” Ahyoung mengelus dadanya pelan. Setelah mengatur
nafasnya yang kekurangan oksigen karena berlari mereka mulai berjalan masuk
kedalam sekolah. Suasana menjadi menyeramkan saat kedatangan Woobin dan terlebih
lagi awan dilangit berwarna hitam.
Dengan
langkah yang hati-hati dan pelan mereka berjalan di sepanjang koridor menuju
kelas mereka. Walaupun tampak sepi tapi sekolah ini tak pernah sepi karena masih
banyak murid yang berada disini bahkan mereka sering menginap atau bahkan
melakukan hal-hal itu di sekolah.
Sesampainya
di kelas, mereka langsung memasukkan barang mereka dengan terburu-buru kedalam
tas. Tap..tap...tap... mereka dapat mendengar suara langkah kaki yang beraturan
menuju kelas mereka.
“nanana...nana..na.........”
deg jantung mereka seketika ingin keluar saat mendengar suara itu. Sura yang
dapat membuat mereka semua merinding. Suara yang dapat menghantui mereka setiap
hari.
Mereka
tak tahu harus kemana. Jika mereka pergi mereka akan ketahuan oleh Woobin dan
jika mereka tetap disini pasti ini akan menjadi neraka bagi mereka. Ahyoung
langsung bersembunyi di bawah meja, di ikuti dengan Sera yang bersembunyi di
belakang pintu, Junhi dan Hyun Ah di dalam lemari dan Suyoung yang bersembunyi
di bawah meja.
Suara
langkah kaki terdengar dengan jelas. Keringat dingin mulai membasahi dahi dan
pelipis mereka. Woobin melangkahkan kakinya ringan seolah tak ada beban berbeda
dengan 5 yeoja yang tengah panik. Di dalam kelas ia tak menemukan satu orangpun
disana tapi ia dapat melihat barang-barang yang tak asing baginya.
Ia
maju selangkah demi selangkah membuat jantung yeoja itu berdebar tak karuan.
“oh
bukankah ini milik Sera?” ucapnya sambil mengangkat tas berwarna biru. Selain
tas Sera ia juga menemukan tas Ahyoung yang tak tertutup dengan rapat, tas Suyoung
yang terjatuh,tas Hyun Ah yang tertutup dengan rapat. Tas Junhi? Oh Junhi
tengah memegang tasnya dengan erat sebagai pelampiasan kepanikannya.
Melihat
tas Suyoung yang terjatuh membuat Woobin ingin mengambilnya. Saat akan
berjongkok perasaan Ahyoung dan Suyoung benar-benar panik dan Sera ia hanya
bisa mengintip dari belakang pintu dengan perasaan takut. Saat tangan Woobin sudah
mencapai tas milik Suyoung tak sengaja Hyun Ah bersin dan itu membuat kepanikan
mereka semakin menjadi-jadi.
“apa
ada orang?” ucap Woobin. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.
Ia mulai merasakan ada hal yang aneh di kelas ini. Ia memegang tengkuknya takut. Jujur saja ia
sangat takut dengan yang namanya hantu.
Woobin
mulai berjalan mendekati lemari yang ada di belakang kelas. Ia berjalan dengan
sangat pelan sampai tak terdengar suara langkah kakinya. Tangan Woobin
terangkat untuk mencapai pegangan lemari. Dengan jantung yang berdebar Woobin
membuka lemari itu.
“a..................”
teriak Junhi,Hyun Ah dan Woobin bebarengan. Junhi menendang benda keramat milik
Woobin membuat pemilknuya kesakitan. Ia
buru-buru lari dan di ikuti yang lain. Woobin masih merasakan sakit dan
ia tak dapat berdiri karena miliknya yang di tendang dengan keras oleh Junhi.
“hah...hah...
akhirnya kita bebas juga” ucap Hyun Ah saat mereka tengah berada diluar
sekolah. Semua mengangguk senang merka lega karena mereka dapat terhindar dari
namja idiot Kim Woobin.
END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar