one home+ 2
day
Autour: Baconlu_7
Gerne :romance
Lenght : oneshoot
Rating : G
Chast : Lee suyoung (OC)
Kim
seok jin (BTS)
Suport Chast: Kim taehyung (BTS)
Kwon
junhi (OC)
Jung
hyemin (OC)
Byun
baekhyun (EXO)
Disclaimer : don’t
plagiat.
Seorang namja berjalan
santai di koridor sekolahnya. Ia berjalan bak model profesional membuat semua
mata tertuju padanya. Namanya adalah kim seok jin anak dari kelas x-1, namja
paling tampan dan pintar. Banyak sekali yeoja yang mengidolakannya bahkan
berencana ingin menjadi kekasihnya.
‘oppa maukah kau menjadi
kekasihku?’ histeris seorang yeoja saat melihat jin. Jin tak membalas ucapan
yeoja itu, ia memilih untuk pergi tak mengiraukan yeoja yang menembaknya itu.
Jin tak pernah tertarik dengan hal seperti itu, ia lebih tertarik untuk
bernyanyi dan belajar bukan untuk memiliki kekasih.
Sesampainya di kelas jin
langsung duduk dibangkunya. Taehyung yang melihat temannya itu langsung
menghampiri jin.
‘kau kenapa?’ tanya
taehyung penasaran. Jin mengidikkan bahunya acuh. Jin sangat malas berbicara
hari ini. Taehyung pergi meninggalkan jin, ia malas jika harus bersama jin yang
sedang bad mood itu.
-
-
-
-
-
Gubrakk jin terjatuh
saat seorang yeoja menabraknya. Jin merasakan kakinya terkilir bagaimana tidak
dia ditabrak saat menaiki tangga dan yeoja itu mendorongnya hingga terjatuh
dari tangga. Merasa bersalah yeoja itu mendekati jin dan membantunya untuk
bangun.
‘akh....’ ringis jin.
Kakinya sangat sakit sekali sekarang.
‘mianhae..... aku
benar-benar tak sengaja’ yeoja itu minta maaf pada ji yang masih meringis
kesakitan. Yeoja itu mengangkat jin dan membawanya ke ruang kesehatan. Jin
melirik name tag yeoja yang baru saja membuat kakinya terkilir. Lee suyoung, ya
yeoja yang tadi adalah lee suyoung.
Di ruang kesehatan
suyoung mengobati kaki jin. Sesekali jin meringis kesakitan. Suyoung meletakkan
obat ke tempatnya. Ia menatap jin sendu, ia merasa kasihan dengan jin.
‘em aku pulang dulu’
ucap suyoung ingin pergi tetapi di tahan oleh jin.
‘astaga kau jahat
sekali, kau sudah mencelakakn aku dan sekarang kau ingin meninggalkanku
sendirian di sini?’
‘em... tidak bukan
seperti itu ak-‘
‘antar aku pulang, tak
ada alasan sekarang kau antar aku pulang’ ucap jin jelas. Suyoung mau tak mau
mengantar jin pulang kerumahnya.
‘Jadi belok mana?’tanya
suyoung saat ia dan jin berada di tikungan. Jin menunjuk arah kanan. Suyoung
mengangguk dan melanjutkan berjalan. Jin menyuruh suyoung berhenti saat ia
telah sampai di rumah barunya. Ya jin baru saja pindah rumah ,entah kenapa
orang tuanya menyuruhnya untuk pindah kerumah yang entah rumah siapa itu.
Suyoung sangat terkejud saat melihat rumah itu. Pikiranya melayang saat ia
menemukan sepatu seorang yeoja di dalam rumahnya.
Flasback
Suyoung pov
Aku memasuki rumah
baruku. Rumahnya cukup besar untuk dihuni 1 orang. Aku tak tahu kenapa kedua
orang tuaku menyuruhku tinggal di sini, jujur saja aku tak masalah dengan itu.
Sesampainya di dalam aku memasuki ruangan yang kuyakini itu adalah kamarku.
Ruangan dengan cat berwarna putih kesukaanku dan lemari berwarna merah membuat
elegan.
Aku menghempaskan
tubuhku di kasur empuk nan nyaman. Aku membuka hanphone ku dan mendapati banyak
sekali pesan disana. Aku membuka pesan-pesan itu yang rata-rata dari orang tuaku
dan teman-temanku.
Suyoung kau menyukai rumah yang oemma dan appa
berikan?, semoga saja kau suka. Mianhae oemma tak bisa membantumu pindah karena
oemma dan appa masih di swiss
From: oemma
Suyoung bagaimana rumah barumu?
Besok jangan lupa oke ^_^
From: hyerin
Suyoung kudengar dari hyrin kau pindah rumah. Kalo
gitu kita bisa membuat party sepuas kita kan?. Oh besok jangan lupa nde...
From: junhi
Akh kenapa semua orang
menanyakan tentang rumah baruku?. Aku melihat jam sudah menunjukan pukul 13.34.
Sudahlah lebih baik aku tidur.
Aku merasa perutku
sangat lapar, jadi aku memutuskan untuk pergi kedapur mencari makanan. Aku
menuruni tangga menuju dapur yang tak jauh dari tangga. Aku membuka kulkas. Aku
mengambil beberapa camilan yang memang tadi aku bawa dari rumah lamaku.
Rumah ini sangat sepi
terlebih ini sudah pukul 12 malam. Aku menekan tombol remote tv untuk
menyalakannya. Aku memperhatikan sekelilingku dan aku mendapatkan sepatu yang
entah kapan ada di sana. aku tak pernah memiliki sepatu seperti ini, apa ini
ketinggalan oleh pemiliknya yang lama?. Aku tak menganggapnya penting dan lebih
mengacuhkannya.
Kurasakan aku mulai
mengantuk. Aku mematikan tv dan meberihkan bungkusan makanan yang tadi aku
makan. Setelah semuanya bersih aku pergi kekamarku dan melanjutkan accara
tidurku.
Suyoung pov end
Suyoung bangun sangat
pagi jadi ia bisa berangkat tanpa takut telat. Ia memakai seragam sekolahnya
dan memakai sepatu kesayanganya. Suyoung mengambil selapis roti dan memakannya
untuk sarapannya. Saat menuju pintu ia menemukan sepatu itu masih disana.
Flasback end
‘jadi itu sepatumu?’
tanya suyoung pada jin. Jin berfikir sejenak lalu ia menggeleng tak mengerti
apa yang suyoung katakan.
‘sepatu?’
‘ah.. lupakan. Kapan kau
pindah kerumah ini?’
‘kemarin’
‘pukul berapa?’
‘7 malam, kenapa kau
bertanya seperti itu?’ penasaran jin dengan pertanyaan yang dilontarkan suyoung
‘itu karena aku tinggal
disana’ ucap suyoung. Jin terbelakak tak percaya jika ia tinggal satu rumah
dengan seorang yeoja.
Jin dan suyoung memasuki
rumah mereka berdua. Rumah mereka?, yap rumah kim seok jin dan lee suyoung.
Suyoung membantu jin untuk menaiki tangga. Suyoung kewalahan membopong jin yang
sangat berat dan besar itu. Hampir saja mereka terjatuh jika suyoung tak
berpegangan dengan pengangan yang ada di tangga. Sesampainya di kamar jin,
suyoung mendudukan jin di kasurnya. Merasa tugasnya selesai suyoung pergi dari
kamar jin, ia tak mau berlama- lama di sini.
‘kau mau kemana?’
suyoung berbalik dan menatap jin malas. Suyoung mulai kesal dengan jin karena
jin ia harus membatalkan acaranya dengan hyerin dan junhi. Suyoung melipat
tangannya di dada dan mentap jin dengan mata yang disipitkan
‘tetu saja ingin kekamarku’
ujarnya jelas
‘oh. Buatkan aku
makannan, aku sangat lapar’
‘yak siapa kau berani
sekalai menyuruhku?’
‘aku kim seok jin namja
pintar dan tampan’ jawabnya angkuh dan penuh percaya diri
‘baiklah, kau ingin
makan apa?’tanya suyoung malas. Malas berlama-lama dengan jin.
‘spagetty dan friend
chiken’
‘baiklah kau tunggu
saja’
-
-
-
-
-
Setelah mengganti baju
dengan pakaian rumah ia mulai memasak apa yang diinginkan jin. Suyoung merebus
air untuk membuat spagetty. Tangan lihai suyoung menunjukkan betapa profesionalnya
ia memotong. Bau masakan mulai menyebar.
Jin turun dari kamarnya
menuju dapur dimana suyoung sedang memasak. Jin duduk di kursi makan sambil
mengamati suyoung yang tengah berperang dengan minyak panas. Bibir jin
terangkat menbentuk sebuah senyuman.
Tak lama makannanya
telah siap. Jin langsung memakan masakan yang suyoung masak. Suyoung jiga ikut
memakan masakannya itu. Keduanya asik dengan makanan masing-masing sampai bunyi
bel membuat aktifitas mereka berhenti.
‘biar aku saja’ jin
mengangguk. Suyoung pergi membukakan pintu. Saat pintu itu terbuka menampakkan
2 namja tampan yang suyoung tak kenal.
‘kau siapa?’ tanya namja
dengan rambut berwarna coklat itu.
‘aku pemilik rumah ini’
jawab suyoung
‘tapi bukankah ini rumah
kim seok jin?’ kini namja satunya lagi yang bertanya. Suyoung tak bisa berkata apa-apa.
Sampai jin keluar, jin sangat terkejud mendapati tehyung dan baekhyun berda di
depan rumahnya.
‘jadi kalian tinggal
berdua?’ tanya baekhyun intens. kerinagt dingin mulai keluar dari kulit jin dan
suyoung. Tak lama ada mobil pink datang. Hyerin dan junhi turun dari mobil,
mereka langsung menghampiri suyoung dengan 3 namja yang ada disana.
‘suyoung siapa mereka?’
tanya junhi penasaran dengan ketiga namja yang ada di rumahnya itu.
‘em lebih baik kalian
masuk lebih dulu nanti akan ku jelaskan’ ucap jin mempersilahkan temanya dan
suyoung masuk.
‘MWO’ teriak mereka
berempat bebarengan. Jin maupun suyoung telah memberitahu semuanya kepada
junhi,taehyung,baekhyun dan hyerin kenapa mereka tinggal bersama.
‘jadi kalian tinggal
bersama?’ tanya baekhyun masih dengan wajah syoknya. Jin dan suyoung mengangguk
mengiyakan pertanyaan baekhyun.
‘em baiklah..... tapi
kenapa kalian bisa tinggal satu rumah?’ tanya hyerin.
‘yak jung hyerin
bukankah sudah kujelaskan kami berdua juga tidak tahu. Yang kami tahu adalah
oranga tua kami yang menyuruh kami tinggal disini’ cercar suyoung
‘ini mencurigakan.....
apa jangan-jangan kalian.... dijodohkan’ ucap taehyung membuat semua orang
disana menganga
‘itu tidak mungkin, kami
saja tidak saling mengenal bagaimana bisa kami di jodohkan?’ jin mulai geram
dengan kehadiran teman2nya ini.
‘mungkin saja’ ujar
junhi dan diberi anggukan oleh yang lain. Suyoung maupun jin salaing
berpandangan takut apa yang dikatakan taehyung benar.
-
-
-
-
-
Selepas kepergian
teman2nya suyoung langsung menghubungi oemmanya begitupula dengan jin. Mereka
tercengan dengan apa yang dikatakan orang tua masing2. Jadi benar mereka itu
dijodohkan, dan rumah ini adalah untuk mendekatkan mereka berdua. Jin duduk
lesu di depan tv. Ia tak menyangaka jika apa yang dikatakan taehyung benar. Ia
meirik suyoung yang sama syok dan frustasinya dengannya.
‘jadi kita benar-benar
dijodohkan?’ ucap suyoung tak menyangka jika ia dan jin dijodongkan. Jin
menatap suyoung lekat. Tangannya menangkup pipi ahyoung dan menatap manik mata
hitam suyoung.
‘kau tenag saja tak ada
yang tahu itu selain kita, tuhan, kedua orang tua kita dan teman-teman dekat
kita arra’ jin menenangkan suyoung. Suyoung mersakan apa yang tak pernah ia
rasakan sebelumnya saat menatap wajah jin dengan dekat.
‘lebih baik kita tidur’
ujar jin lalu berdiri. Ia berjalan walaupun kakinya masih terasa sakit.
jin merasakan jika ia
mulai menyuakai perjodohan ini. Ia juga merasakan jika ia mulai mencintai
suyoung. Awalnya ia mulai tertarik saat pertama kalinya ia bertemu dengan
suyoung, ia merasakan ada sensasi yang aneh saat bersama suyoung.
Seperti biasa suyoung
kini sedang berada di kelasnya. Itulah mengapa ia tak menganl jin, baekhyun dan
juga taehyung karena ia akan selalu di kelas. Sesekali ia juga akan pergi ke
kantin bersama hyerin dan junhi jika merasa bosan.
Suyoung menatap bukunya
sampai ada orang yang mengambil bukunya itu. Ia mengangkat kepalanya agar tahu
siapa yang mengganggu acara membacanya itu. Ia terkejud saat mendapati jin
tengah mentapnya.
‘apa yang kau lakukan
dikelasku?’ tanya suyoung pada jin yang kini tengah duduk di depannya.
‘aku hanya ingin membaca
bersamamu’ jawabnya santai. Suyoung mengambil bukunya yang berada di tangan
jin. Ia mulai membaca bukunya kembali.
‘tunggu apa ini’ tunjuk
jin pada benda merah kecil yang ada di dahi suyoung. Suyoung merasakan sakit
saat tangan jin menyentuh dahinya.
‘apakah ini jerawat?’
tanya jin kepada dirinya sendiri. Suyoung yang mendengar jin mengatkan jerwat
langsung mengmbil cermin yang ada didalam tasnya.
‘aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa................’teriak
suyoung membuat telinga jin sakit. Suyoung memperhatikan jerawatnya itu. Ia
menekan jerwatnya itu agar hilang. Ia meresakn sakit saat tangannya menekan
jerawat itu. Jin tertawa kecil saat melihat betapa hebohnya suyoung saat
mengetahui ada jerwat kecil yang ada di dahinya. Setelah jerawatnya pecah
suyoung mengambil salep dan megoleskannya di jerawat yang sudah pecah itu.
Ia melihat jin tertawa
dan dia tahu siapa yang jin tertawakan. Suyoung menatap jin tajam, yang ditatap
malah semakin tertawa dengan keras membuat suyoung kesal.
‘astaga itu lucu sekali’
suyoung masih menatap jin kesal.
‘apa kau puas tertawa?’
‘kau lucu sekali saat
tahu jika mempunyai jerwat. Apa kau seperti itu juka memiliki jerawat?’ suyoung
mendengus sebal. Ingin sekali ia mencekik orang yang dijodohkannya ini.
‘aku sangat benci
terhadap jerawat jadi aku akan melakukan apapun agar jerawatnya hilang’ jujur
suyoung. Jin makin tertawa keras membuat siswa2 yang ada di koridor mengintip
kearah jin dan suyoung.
‘yak berhentilah tertawa
apa kau tak tahu kita jadi pusat perhatian’ jin langsung berhenti tertawa dan
memandang siswa2 yang menatapnya. Jin berdiri dari duduknya, ia mengacak rambut
suyoung dan tak lupa ia mencium pipi suyoung membuat semua orang menganga tak
percaya apa yang telah mereka lihat. Banyak sekali siswi yang berteriak
histeris karena pangeran mereka mencium seorang yeoja lain. Suyoung merasakan
pipinya memerah.
Jin mendekatkan bibirnya
di telinga suyoung
‘kurasa aku mulai
menyuaki perjodohan ini dan aku mencintaimu’ ucap jin lembut. Ia pergi dari
kelas suyoung. Suyoung tak bisa berkata-kata saat jin mengucapkan jika ia
mencintainya. Suyoung masih diam memikirakan apa yang tadi barusan jin lakukan
dan katakan padanya.
‘apa benar jin mencintaiku?’
batin suyoung saat mengingat dimana bibir lembut jin mencium pipinya.
‘jin kau darimana saja?’
tanya taehyun penasaran. Sedari tadi ia dan baekhyun
‘aku baru saja
menyatakan cintaku’jujur jin dengan cengengesan.
‘mwo... benarkah?,
dengan siapa?’ tanya taehyung penasaran denagan apa yang jin ucapkan. Jin
mengangguk
‘dia lee suyoung ah
ralat kim suyoung’ ucap jin membuat taehyung dan baekhyun menganga tak percaya.
‘benarkah?’ jin mengguk,
tak lama go songsaenim masuk.
-
-
-
-
-
Sedaritadi suyoung
selalu diam membuat hyerin dan junhi kebingungan dibuatnya. Sekarang 3 yeoja
cantik itu sedang berada di atap sekolah. Ini adalah tempat favorit mereka
bertiga. Hyerin dan junhi sengaja mengajak suyoung kesini, mereka ingin
menanyakan hubungan suyoung dan jin lebih jauh.
‘suyoung kenapa kau diam
saja?’ tanya junhi saat melihat suyoung yang hanya diam
‘aku tak
apa-apa’jawabnya
‘tak apa-apa gimana?,
coba cceritakan pada kami’ ujar hyerin
‘em..sebenarnya jin me....mencintaiku,
aku baru saja mendengar dari mulutnya kika ia menyatakan perasaanya pada ku’
jujur suyoung
‘kalo begitu bagus, apa
kau juga mencintainya?’ tanya hyerin dan diberi anggukan junhi
‘aku tak tahu, tapi saat
bersamanya aku merasa nyaman dan saat-‘ ucap suyong nggantung
‘saat mata kami saling
bertemu membuat detak jantungku berdetak lebih cepat’ junhi dan hyerin saling
berpandangan. Mereka berdua tersenyum, ternyata teman mereka sedang jatuh
cinta.
‘itu tandanya kau
menyukainya’ ucap hyrin membuat suyoung menyeritkan dahinya. Sungguh suyoung
tak tahu apa perasaannya itu terhadap jin.
Di rumah suyoung
menyiapkan makan malam untuknya dan juga jin. Tanpa suyoung sadari jin datang
dan memeluknya dari belakang. Suyoung merasa geli saat nafasjin menerpa kulit
lehernya. Jin makin mengeratkan pelukannya, ia menghirup aroma mint dari tubuh
suyoung yang membuatnya harus menahan hasratnya itu.
‘kau masak apa?’ tanya
jin manja. Suyoung terkekeh mendengar jin yang sangat populer itu memiliki
sifat manja seperti ini.
‘lebih baik kau duduk
saja jangan menggangguku’ mendengar ucapan suyoung jin melepaskan pelukannya
dan meuruti perintah yeoja yang ia cintai.
Suyoung membawa makanan
yang ia masak dan meletakkannya di meja. Jin makan sangat lahap membuat ada nasi
yang menempel di bibirnya. suyoung yang melihat ada sebutir nasi di bibir jin
mengelapnya dengan tangannya. Jin menahan tangan suyoung, ia mendekatkan
wajahnya ke wajah suyoung. Jarak mereka sangat dekat sampai membuat mereka bisa
merasakan nafas mereka sendiri. Jin semakin mendekatkan wajahnya dengan suyoung
dan chu bibir mereka saling bertemu membuat sensasi berbeda untuk keduanya.
KLIK.... suara jepretan
kamera menghentikan aktifitas mereka. Mereka sangat terkejud dengan siapa yang
memotret mereka
‘aigo... ternyata anak
oemma dan suyoung sudah saling mencintai’ ucap ny.kim membuat jin dan suyoung
kikuk. Tak hanya ny.kim disana juga ada tn.kim, tn dan ny.lee.
‘jira bagaimana jika
kita langsung menikahkan saja mereka?’ ujar ny.lee ke ny.kim antusias
‘bagaimana yeibo?’ tanya
para istri ke suaminya. Suami mereka saling tersenyum dan mengaguk dan jadilah
perbincangan antara besan dan calon besan.
Jin menatap suyoung
khawatir. Tapi saat menatap yeoja itu ia tak menemukan raut sedih ataupun kesal
di wajahnya. Justru ia malah menemukan raut kebahagiaan dari wajah suyoung.
Entah kenapa jin merasa lega saat melihat wajah suyoung.
‘ah bagiamana jika kita
menikahkan saja mereka besok’ usul ny. Lee sukses membuat jin limbung. Suyoung
menangkap jin yang entah kenapa ia juga tak tahu.
‘gwenchanna?’ tanya
suyoung khawatir dan juga kedua orang tua mereka yang juga ikut khawatir. Jin
mengangguk lalu berdiri.
‘jin kau tak apa
sayang?’ tanya ny.kim. jin mengangguk menandakan ia baik- baik saja.
‘ baiklah sudah
diputuskan jika pernikahan kalian akan dilangsungkan besok’ jin memutar bola
matanya malas. Didalam hati suyoung
sangat senang berbeda dengan sikap yang ia tunjukan sekarang. ia berakting
seolah-olah itu adalah beban yang sangat berat. Jujur saja jika tidak dihadapan
jin dan 4 orang tua itu ia akan lompat- lomapat dan berteriak takjelas.
‘baiklah sepertinya
kalian butuh prifasi jadi kami akan pulang’ ujar tn. Kim lalu menarik istrinya
pergi dari rumah jin dan suyoung.
Atmosfir seketika
berbuah setelah kepergian orang tua mereka. Tak ada yang memulai pembicaraan
membuat semua menjadi sunyi, hening, tenang dan sepi. Jin memasuki kamarnya
begitu juga dengan suyoung. Blam.. pintu jin tertutup sempurna. Suyoung
membuang nafasnya kasar.
Di dalam kamar suyoung
langsung melompat-lompat tak jelas dan bahkan ia juga berguling-guling di
lantai. Jujur saja semenjak ia tinggal bersama jin ia merasa nyaman dengan
namja itu. Walau mereka tinggal dan bertemu baru 2 hari bertemu dan suyoung
mulai menyukai dan mencintai namja bernama kim seok jin. Namja yang ia kenal 2
hari lalu. Namja yang ia tabrak sehingga ia harus mengantarnya pulang, dan ia
adalah namja yang membuatnya syok karena ternyata ia tinggal bersama namja itu.
Namja yang telah merebut hatinya 2 hari ini walau ia tak yakin dengan
perasaannya itu. Dan seorang namja yang besok akan menjadi suami sahnya. Yap,
dia adalah kim seok jin.
Tok..tok..tok....
Suyoung langsung
bergegas membuka pintu yang ia sangat tahu jika itu adalah jin. Setelah pintu terbuka
jin langsung masuk saja tanpa menunggu pemilik kamar mempersilahkannya. Suyoung
menatap jin bingung, sedangkan jin, ia langsung tidur di kasur milik suyoung
membuat suyoung makin bingung dibuatnya.
‘yak kenapa kau tidur di
kasurku?’ kesal ahyoung. jin menutup matanya seolah ia tak mendengar ocehan
suyoung. Suyoung berjalan menuju kasurnya. Ia menarik paksa jin tapi naas
tubuhnya yang kecil membuatnya kalah. Jin menarik tangan suyoung membuat
suyoung kini berada di atas nya. Jin menatap wajah suyoung yang mulai memerah.
Ia terkekeh dalam hati melihat wajah merah suyoung. Jin menarik suyoung membuat
mereka sejajar. Suyoung menahan
mati-matian rasa yang entah suyoung juga tak tahu. Jin menatap wajah suyoung
lekat, ia mulai memajukan wajahnya membuat suyoung harus menahan detak
jantungnya yang tak karuan karena jarak mereka yang sangat dekat. Suyoung
menutup matanya takut, ia takut jika jin akan berbuat yang tidak-tidak. Jin
tersenyum.
‘ sepertinya kau ingin
melakukannya denganku’ ucap jin tepat di telinga suyoung membuat ia membuka
matanya dan menatap jin tajam. Belum semapt ia akan memberi pelajaran kepada
jin tapi bibirnya sudah dulu dikunci oleh bibir jin. Suyoung merasakan ada
banyak sekali yang terbang di perutnya. Jin mulai melumat bibir suyoung,
sedangkan suyoung ia hanya bisa diam dan pasrah.
‘lebih baik kita tidur
karena besok kita akan sangat lelah’ ujar jin setelah melepas ciumannya ke
suyoung. Jin mengelus rambuat indah suyoung dengan lembut.
‘apa kau menyukai
pernikahan ini?’
‘tentu saja aku
menyukainya, aku menyukainya karena yeoja yang akan aku nikahi adalah yeoja
cantik dan juga baik seperti mu’
‘.....’
‘saranghae’
‘n-na-nado’
Jin tersnyum bahagia
karena akhirnya ia menemukan yeoja yang sangat cocok untuknya. Dan ia berjanji
untuk menjaga yeoja yang ada di sampingnya. Ia juga berjanji untuk membuat
suyoung bahagia. Ia tak menyangka jika dalam waktu 2 hari ia mendapat yeoja
yang ia cintai. Dan ia sangat bersyukur karena kedua orang tuanya menyuruhnya
untuk tinggal dengan yeoja yang membuat hatinya selalu berdebar-debar
The END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar