Kamis, 21 Mei 2015

We rainbow (One Home + 2 Day)

one home+ 2 day 













Autour: Baconlu_7
Gerne :romance
Lenght : oneshoot
Rating : G
Chast :  Lee suyoung (OC)
        Kim seok jin (BTS)
 Suport Chast: Kim taehyung (BTS)
Kwon junhi (OC)
Jung hyemin (OC)
Byun baekhyun (EXO)
Disclaimer : don’t plagiat.

Seorang namja berjalan santai di koridor sekolahnya. Ia berjalan bak model profesional membuat semua mata tertuju padanya. Namanya adalah kim seok jin anak dari kelas x-1, namja paling tampan dan pintar. Banyak sekali yeoja yang mengidolakannya bahkan berencana ingin menjadi kekasihnya.
‘oppa maukah kau menjadi kekasihku?’ histeris seorang yeoja saat melihat jin. Jin tak membalas ucapan yeoja itu, ia memilih untuk pergi tak mengiraukan yeoja yang menembaknya itu. Jin tak pernah tertarik dengan hal seperti itu, ia lebih tertarik untuk bernyanyi dan belajar bukan untuk memiliki kekasih.
Sesampainya di kelas jin langsung duduk dibangkunya. Taehyung yang melihat temannya itu langsung menghampiri jin.
‘kau kenapa?’ tanya taehyung penasaran. Jin mengidikkan bahunya acuh. Jin sangat malas berbicara hari ini. Taehyung pergi meninggalkan jin, ia malas jika harus bersama jin yang sedang bad mood itu.
-
-
-
-
-
Gubrakk jin terjatuh saat seorang yeoja menabraknya. Jin merasakan kakinya terkilir bagaimana tidak dia ditabrak saat menaiki tangga dan yeoja itu mendorongnya hingga terjatuh dari tangga. Merasa bersalah yeoja itu mendekati jin dan membantunya untuk bangun.
‘akh....’ ringis jin. Kakinya sangat sakit sekali sekarang.
‘mianhae..... aku benar-benar tak sengaja’ yeoja itu minta maaf pada ji yang masih meringis kesakitan. Yeoja itu mengangkat jin dan membawanya ke ruang kesehatan. Jin melirik name tag yeoja yang baru saja membuat kakinya terkilir. Lee suyoung, ya yeoja yang tadi adalah lee suyoung.
Di ruang kesehatan suyoung mengobati kaki jin. Sesekali jin meringis kesakitan. Suyoung meletakkan obat ke tempatnya. Ia menatap jin sendu, ia merasa kasihan dengan jin.
‘em aku pulang dulu’ ucap suyoung ingin pergi tetapi di tahan oleh jin.
‘astaga kau jahat sekali, kau sudah mencelakakn aku dan sekarang kau ingin meninggalkanku sendirian di sini?’
‘em... tidak bukan seperti itu ak-‘
‘antar aku pulang, tak ada alasan sekarang kau antar aku pulang’ ucap jin jelas. Suyoung mau tak mau mengantar jin pulang kerumahnya.

‘Jadi belok mana?’tanya suyoung saat ia dan jin berada di tikungan. Jin menunjuk arah kanan. Suyoung mengangguk dan melanjutkan berjalan. Jin menyuruh suyoung berhenti saat ia telah sampai di rumah barunya. Ya jin baru saja pindah rumah ,entah kenapa orang tuanya menyuruhnya untuk pindah kerumah yang entah rumah siapa itu. Suyoung sangat terkejud saat melihat rumah itu. Pikiranya melayang saat ia menemukan sepatu seorang yeoja di dalam rumahnya.
Flasback
Suyoung pov
Aku memasuki rumah baruku. Rumahnya cukup besar untuk dihuni 1 orang. Aku tak tahu kenapa kedua orang tuaku menyuruhku tinggal di sini, jujur saja aku tak masalah dengan itu. Sesampainya di dalam aku memasuki ruangan yang kuyakini itu adalah kamarku. Ruangan dengan cat berwarna putih kesukaanku dan lemari berwarna merah membuat elegan.
Aku menghempaskan tubuhku di kasur empuk nan nyaman. Aku membuka hanphone ku dan mendapati banyak sekali pesan disana. Aku membuka pesan-pesan itu yang rata-rata dari orang tuaku dan teman-temanku.

Suyoung kau menyukai rumah yang oemma dan appa berikan?, semoga saja kau suka. Mianhae oemma tak bisa membantumu pindah karena oemma dan appa masih di swiss
From: oemma

Suyoung bagaimana rumah barumu?
Besok jangan lupa oke ^_^
From: hyerin

Suyoung kudengar dari hyrin kau pindah rumah. Kalo gitu kita bisa membuat party sepuas kita kan?. Oh besok jangan lupa nde...
From: junhi

Akh kenapa semua orang menanyakan tentang rumah baruku?. Aku melihat jam sudah menunjukan pukul 13.34. Sudahlah lebih baik aku tidur.
Aku merasa perutku sangat lapar, jadi aku memutuskan untuk pergi kedapur mencari makanan. Aku menuruni tangga menuju dapur yang tak jauh dari tangga. Aku membuka kulkas. Aku mengambil beberapa camilan yang memang tadi aku bawa dari rumah lamaku.
Rumah ini sangat sepi terlebih ini sudah pukul 12 malam. Aku menekan tombol remote tv untuk menyalakannya. Aku memperhatikan sekelilingku dan aku mendapatkan sepatu yang entah kapan ada di sana. aku tak pernah memiliki sepatu seperti ini, apa ini ketinggalan oleh pemiliknya yang lama?. Aku tak menganggapnya penting dan lebih mengacuhkannya.
Kurasakan aku mulai mengantuk. Aku mematikan tv dan meberihkan bungkusan makanan yang tadi aku makan. Setelah semuanya bersih aku pergi kekamarku dan melanjutkan accara tidurku.
Suyoung pov end

Suyoung bangun sangat pagi jadi ia bisa berangkat tanpa takut telat. Ia memakai seragam sekolahnya dan memakai sepatu kesayanganya. Suyoung mengambil selapis roti dan memakannya untuk sarapannya. Saat menuju pintu ia menemukan sepatu itu masih disana.
Flasback end

‘jadi itu sepatumu?’ tanya suyoung pada jin. Jin berfikir sejenak lalu ia menggeleng tak mengerti apa yang suyoung katakan.
‘sepatu?’
‘ah.. lupakan. Kapan kau pindah kerumah ini?’
‘kemarin’
‘pukul berapa?’
‘7 malam, kenapa kau bertanya seperti itu?’ penasaran jin dengan pertanyaan yang dilontarkan suyoung
‘itu karena aku tinggal disana’ ucap suyoung. Jin terbelakak tak percaya jika ia tinggal satu rumah dengan seorang yeoja.
Jin dan suyoung memasuki rumah mereka berdua. Rumah mereka?, yap rumah kim seok jin dan lee suyoung. Suyoung membantu jin untuk menaiki tangga. Suyoung kewalahan membopong jin yang sangat berat dan besar itu. Hampir saja mereka terjatuh jika suyoung tak berpegangan dengan pengangan yang ada di tangga. Sesampainya di kamar jin, suyoung mendudukan jin di kasurnya. Merasa tugasnya selesai suyoung pergi dari kamar jin, ia tak mau berlama- lama di sini.
‘kau mau kemana?’ suyoung berbalik dan menatap jin malas. Suyoung mulai kesal dengan jin karena jin ia harus membatalkan acaranya dengan hyerin dan junhi. Suyoung melipat tangannya di dada dan mentap jin dengan mata yang disipitkan
‘tetu saja ingin kekamarku’ ujarnya jelas
‘oh. Buatkan aku makannan, aku sangat lapar’
‘yak siapa kau berani sekalai menyuruhku?’
‘aku kim seok jin namja pintar dan tampan’ jawabnya angkuh dan penuh percaya diri
‘baiklah, kau ingin makan apa?’tanya suyoung malas. Malas berlama-lama dengan jin.
‘spagetty dan friend chiken’
‘baiklah kau tunggu saja’
-
-
-
-
-
Setelah mengganti baju dengan pakaian rumah ia mulai memasak apa yang diinginkan jin. Suyoung merebus air untuk membuat spagetty. Tangan lihai suyoung menunjukkan betapa profesionalnya ia memotong. Bau masakan mulai menyebar.
Jin turun dari kamarnya menuju dapur dimana suyoung sedang memasak. Jin duduk di kursi makan sambil mengamati suyoung yang tengah berperang dengan minyak panas. Bibir jin terangkat menbentuk sebuah senyuman.
Tak lama makannanya telah siap. Jin langsung memakan masakan yang suyoung masak. Suyoung jiga ikut memakan masakannya itu. Keduanya asik dengan makanan masing-masing sampai bunyi bel membuat aktifitas mereka berhenti.
‘biar aku saja’ jin mengangguk. Suyoung pergi membukakan pintu. Saat pintu itu terbuka menampakkan 2 namja tampan yang suyoung tak kenal.
‘kau siapa?’ tanya namja dengan rambut berwarna coklat itu.
‘aku pemilik rumah ini’ jawab suyoung
‘tapi bukankah ini rumah kim seok jin?’ kini namja satunya lagi yang bertanya. Suyoung tak bisa berkata apa-apa. Sampai jin keluar, jin sangat terkejud mendapati tehyung dan baekhyun berda di depan rumahnya.
‘jadi kalian tinggal berdua?’ tanya baekhyun intens. kerinagt dingin mulai keluar dari kulit jin dan suyoung. Tak lama ada mobil pink datang. Hyerin dan junhi turun dari mobil, mereka langsung menghampiri suyoung dengan 3 namja yang ada disana.
‘suyoung siapa mereka?’ tanya junhi penasaran dengan ketiga namja yang ada di rumahnya itu.
‘em lebih baik kalian masuk lebih dulu nanti akan ku jelaskan’ ucap jin mempersilahkan temanya dan suyoung masuk.

‘MWO’ teriak mereka berempat bebarengan. Jin maupun suyoung telah memberitahu semuanya kepada junhi,taehyung,baekhyun dan hyerin kenapa mereka tinggal bersama.
‘jadi kalian tinggal bersama?’ tanya baekhyun masih dengan wajah syoknya. Jin dan suyoung mengangguk mengiyakan pertanyaan baekhyun.
‘em baiklah..... tapi kenapa kalian bisa tinggal satu rumah?’ tanya hyerin.
‘yak jung hyerin bukankah sudah kujelaskan kami berdua juga tidak tahu. Yang kami tahu adalah oranga tua kami yang menyuruh kami tinggal disini’ cercar suyoung
‘ini mencurigakan..... apa jangan-jangan kalian.... dijodohkan’ ucap taehyung membuat semua orang disana menganga
‘itu tidak mungkin, kami saja tidak saling mengenal bagaimana bisa kami di jodohkan?’ jin mulai geram dengan kehadiran teman2nya ini.
‘mungkin saja’ ujar junhi dan diberi anggukan oleh yang lain. Suyoung maupun jin salaing berpandangan takut apa yang dikatakan taehyung benar.
-
-
-
-
-
Selepas kepergian teman2nya suyoung langsung menghubungi oemmanya begitupula dengan jin. Mereka tercengan dengan apa yang dikatakan orang tua masing2. Jadi benar mereka itu dijodohkan, dan rumah ini adalah untuk mendekatkan mereka berdua. Jin duduk lesu di depan tv. Ia tak menyangaka jika apa yang dikatakan taehyung benar. Ia meirik suyoung yang sama syok dan frustasinya dengannya.
‘jadi kita benar-benar dijodohkan?’ ucap suyoung tak menyangka jika ia dan jin dijodongkan. Jin menatap suyoung lekat. Tangannya menangkup pipi ahyoung dan menatap manik mata hitam suyoung.
‘kau tenag saja tak ada yang tahu itu selain kita, tuhan, kedua orang tua kita dan teman-teman dekat kita arra’ jin menenangkan suyoung. Suyoung mersakan apa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya saat menatap wajah jin dengan dekat.
‘lebih baik kita tidur’ ujar jin lalu berdiri. Ia berjalan walaupun kakinya masih terasa sakit.
jin merasakan jika ia mulai menyuakai perjodohan ini. Ia juga merasakan jika ia mulai mencintai suyoung. Awalnya ia mulai tertarik saat pertama kalinya ia bertemu dengan suyoung, ia merasakan ada sensasi yang aneh saat bersama suyoung.

Seperti biasa suyoung kini sedang berada di kelasnya. Itulah mengapa ia tak menganl jin, baekhyun dan juga taehyung karena ia akan selalu di kelas. Sesekali ia juga akan pergi ke kantin bersama hyerin dan junhi jika merasa bosan.
Suyoung menatap bukunya sampai ada orang yang mengambil bukunya itu. Ia mengangkat kepalanya agar tahu siapa yang mengganggu acara membacanya itu. Ia terkejud saat mendapati jin tengah mentapnya.
‘apa yang kau lakukan dikelasku?’ tanya suyoung pada jin yang kini tengah duduk di depannya.
‘aku hanya ingin membaca bersamamu’ jawabnya santai. Suyoung mengambil bukunya yang berada di tangan jin. Ia mulai membaca bukunya kembali.
‘tunggu apa ini’ tunjuk jin pada benda merah kecil yang ada di dahi suyoung. Suyoung merasakan sakit saat tangan jin menyentuh dahinya.
‘apakah ini jerawat?’ tanya jin kepada dirinya sendiri. Suyoung yang mendengar jin mengatkan jerwat langsung mengmbil cermin yang ada didalam tasnya.
‘aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa................’teriak suyoung membuat telinga jin sakit. Suyoung memperhatikan jerawatnya itu. Ia menekan jerwatnya itu agar hilang. Ia meresakn sakit saat tangannya menekan jerawat itu. Jin tertawa kecil saat melihat betapa hebohnya suyoung saat mengetahui ada jerwat kecil yang ada di dahinya. Setelah jerawatnya pecah suyoung mengambil salep dan megoleskannya di jerawat yang sudah pecah itu.
Ia melihat jin tertawa dan dia tahu siapa yang jin tertawakan. Suyoung menatap jin tajam, yang ditatap malah semakin tertawa dengan keras membuat suyoung kesal.
‘astaga itu lucu sekali’ suyoung masih menatap jin kesal.
‘apa kau puas tertawa?’
‘kau lucu sekali saat tahu jika mempunyai jerwat. Apa kau seperti itu juka memiliki jerawat?’ suyoung mendengus sebal. Ingin sekali ia mencekik orang yang dijodohkannya ini.
‘aku sangat benci terhadap jerawat jadi aku akan melakukan apapun agar jerawatnya hilang’ jujur suyoung. Jin makin tertawa keras membuat siswa2 yang ada di koridor mengintip kearah jin dan suyoung.
‘yak berhentilah tertawa apa kau tak tahu kita jadi pusat perhatian’ jin langsung berhenti tertawa dan memandang siswa2 yang menatapnya. Jin berdiri dari duduknya, ia mengacak rambut suyoung dan tak lupa ia mencium pipi suyoung membuat semua orang menganga tak percaya apa yang telah mereka lihat. Banyak sekali siswi yang berteriak histeris karena pangeran mereka mencium seorang yeoja lain. Suyoung merasakan pipinya memerah.
Jin mendekatkan bibirnya di telinga suyoung
‘kurasa aku mulai menyuaki perjodohan ini dan aku mencintaimu’ ucap jin lembut. Ia pergi dari kelas suyoung. Suyoung tak bisa berkata-kata saat jin mengucapkan jika ia mencintainya. Suyoung masih diam memikirakan apa yang tadi barusan jin lakukan dan katakan padanya.
‘apa benar jin mencintaiku?’ batin suyoung saat mengingat dimana bibir lembut jin mencium pipinya.

‘jin kau darimana saja?’ tanya taehyun penasaran. Sedari tadi ia dan baekhyun
‘aku baru saja menyatakan cintaku’jujur jin dengan cengengesan.
‘mwo... benarkah?, dengan siapa?’ tanya taehyung penasaran denagan apa yang jin ucapkan. Jin mengangguk
‘dia lee suyoung ah ralat kim suyoung’ ucap jin membuat taehyung dan baekhyun menganga tak percaya.
‘benarkah?’ jin mengguk, tak lama go songsaenim masuk.
-
-
-
-
-
Sedaritadi suyoung selalu diam membuat hyerin dan junhi kebingungan dibuatnya. Sekarang 3 yeoja cantik itu sedang berada di atap sekolah. Ini adalah tempat favorit mereka bertiga. Hyerin dan junhi sengaja mengajak suyoung kesini, mereka ingin menanyakan hubungan suyoung dan jin lebih jauh.
‘suyoung kenapa kau diam saja?’ tanya junhi saat melihat suyoung yang hanya diam
‘aku tak apa-apa’jawabnya
‘tak apa-apa gimana?, coba cceritakan pada kami’ ujar hyerin
‘em..sebenarnya jin me....mencintaiku, aku baru saja mendengar dari mulutnya kika ia menyatakan perasaanya pada ku’ jujur suyoung
‘kalo begitu bagus, apa kau juga mencintainya?’ tanya hyerin dan diberi anggukan junhi
‘aku tak tahu, tapi saat bersamanya aku merasa nyaman dan saat-‘ ucap suyong nggantung
‘saat mata kami saling bertemu membuat detak jantungku berdetak lebih cepat’ junhi dan hyerin saling berpandangan. Mereka berdua tersenyum, ternyata teman mereka sedang jatuh cinta.
‘itu tandanya kau menyukainya’ ucap hyrin membuat suyoung menyeritkan dahinya. Sungguh suyoung tak tahu apa perasaannya itu terhadap jin.

Di rumah suyoung menyiapkan makan malam untuknya dan juga jin. Tanpa suyoung sadari jin datang dan memeluknya dari belakang. Suyoung merasa geli saat nafasjin menerpa kulit lehernya. Jin makin mengeratkan pelukannya, ia menghirup aroma mint dari tubuh suyoung yang membuatnya harus menahan hasratnya itu.
‘kau masak apa?’ tanya jin manja. Suyoung terkekeh mendengar jin yang sangat populer itu memiliki sifat manja seperti ini.
‘lebih baik kau duduk saja jangan menggangguku’ mendengar ucapan suyoung jin melepaskan pelukannya dan meuruti perintah yeoja yang ia cintai.
Suyoung membawa makanan yang ia masak dan meletakkannya di meja. Jin makan sangat lahap membuat ada nasi yang menempel di bibirnya. suyoung yang melihat ada sebutir nasi di bibir jin mengelapnya dengan tangannya. Jin menahan tangan suyoung, ia mendekatkan wajahnya ke wajah suyoung. Jarak mereka sangat dekat sampai membuat mereka bisa merasakan nafas mereka sendiri. Jin semakin mendekatkan wajahnya dengan suyoung dan chu bibir mereka saling bertemu membuat sensasi berbeda untuk keduanya.
KLIK.... suara jepretan kamera menghentikan aktifitas mereka. Mereka sangat terkejud dengan siapa yang memotret mereka
‘aigo... ternyata anak oemma dan suyoung sudah saling mencintai’ ucap ny.kim membuat jin dan suyoung kikuk. Tak hanya ny.kim disana juga ada tn.kim, tn dan ny.lee.
‘jira bagaimana jika kita langsung menikahkan saja mereka?’ ujar ny.lee ke ny.kim antusias
‘bagaimana yeibo?’ tanya para istri ke suaminya. Suami mereka saling tersenyum dan mengaguk dan jadilah perbincangan antara besan dan calon besan.
Jin menatap suyoung khawatir. Tapi saat menatap yeoja itu ia tak menemukan raut sedih ataupun kesal di wajahnya. Justru ia malah menemukan raut kebahagiaan dari wajah suyoung. Entah kenapa jin merasa lega saat melihat wajah suyoung.

‘ah bagiamana jika kita menikahkan saja mereka besok’ usul ny. Lee sukses membuat jin limbung. Suyoung menangkap jin yang entah kenapa ia juga tak tahu.
‘gwenchanna?’ tanya suyoung khawatir dan juga kedua orang tua mereka yang juga ikut khawatir. Jin mengangguk lalu berdiri.
‘jin kau tak apa sayang?’ tanya ny.kim. jin mengangguk menandakan ia baik- baik saja.
‘ baiklah sudah diputuskan jika pernikahan kalian akan dilangsungkan besok’ jin memutar bola matanya malas.  Didalam hati suyoung sangat senang berbeda dengan sikap yang ia tunjukan sekarang. ia berakting seolah-olah itu adalah beban yang sangat berat. Jujur saja jika tidak dihadapan jin dan 4 orang tua itu ia akan lompat- lomapat dan berteriak takjelas.
‘baiklah sepertinya kalian butuh prifasi jadi kami akan pulang’ ujar tn. Kim lalu menarik istrinya pergi dari rumah jin dan suyoung.
Atmosfir seketika berbuah setelah kepergian orang tua mereka. Tak ada yang memulai pembicaraan membuat semua menjadi sunyi, hening, tenang dan sepi. Jin memasuki kamarnya begitu juga dengan suyoung. Blam.. pintu jin tertutup sempurna. Suyoung membuang nafasnya kasar.
Di dalam kamar suyoung langsung melompat-lompat tak jelas dan bahkan ia juga berguling-guling di lantai. Jujur saja semenjak ia tinggal bersama jin ia merasa nyaman dengan namja itu. Walau mereka tinggal dan bertemu baru 2 hari bertemu dan suyoung mulai menyukai dan mencintai namja bernama kim seok jin. Namja yang ia kenal 2 hari lalu. Namja yang ia tabrak sehingga ia harus mengantarnya pulang, dan ia adalah namja yang membuatnya syok karena ternyata ia tinggal bersama namja itu. Namja yang telah merebut hatinya 2 hari ini walau ia tak yakin dengan perasaannya itu. Dan seorang namja yang besok akan menjadi suami sahnya. Yap, dia adalah kim seok jin.
Tok..tok..tok....
Suyoung langsung bergegas membuka pintu yang ia sangat tahu jika itu adalah jin. Setelah pintu terbuka jin langsung masuk saja tanpa menunggu pemilik kamar mempersilahkannya. Suyoung menatap jin bingung, sedangkan jin, ia langsung tidur di kasur milik suyoung membuat suyoung makin bingung dibuatnya.
‘yak kenapa kau tidur di kasurku?’ kesal ahyoung. jin menutup matanya seolah ia tak mendengar ocehan suyoung. Suyoung berjalan menuju kasurnya. Ia menarik paksa jin tapi naas tubuhnya yang kecil membuatnya kalah. Jin menarik tangan suyoung membuat suyoung kini berada di atas nya. Jin menatap wajah suyoung yang mulai memerah. Ia terkekeh dalam hati melihat wajah merah suyoung. Jin menarik suyoung membuat mereka sejajar.  Suyoung menahan mati-matian rasa yang entah suyoung juga tak tahu. Jin menatap wajah suyoung lekat, ia mulai memajukan wajahnya membuat suyoung harus menahan detak jantungnya yang tak karuan karena jarak mereka yang sangat dekat. Suyoung menutup matanya takut, ia takut jika jin akan berbuat yang tidak-tidak. Jin tersenyum.
‘ sepertinya kau ingin melakukannya denganku’ ucap jin tepat di telinga suyoung membuat ia membuka matanya dan menatap jin tajam. Belum semapt ia akan memberi pelajaran kepada jin tapi bibirnya sudah dulu dikunci oleh bibir jin. Suyoung merasakan ada banyak sekali yang terbang di perutnya. Jin mulai melumat bibir suyoung, sedangkan suyoung ia hanya bisa diam dan pasrah.
‘lebih baik kita tidur karena besok kita akan sangat lelah’ ujar jin setelah melepas ciumannya ke suyoung. Jin mengelus rambuat indah suyoung dengan lembut.
‘apa kau menyukai pernikahan ini?’
‘tentu saja aku menyukainya, aku menyukainya karena yeoja yang akan aku nikahi adalah yeoja cantik dan juga baik seperti mu’
‘.....’
‘saranghae’
‘n-na-nado’
Jin tersnyum bahagia karena akhirnya ia menemukan yeoja yang sangat cocok untuknya. Dan ia berjanji untuk menjaga yeoja yang ada di sampingnya. Ia juga berjanji untuk membuat suyoung bahagia. Ia tak menyangka jika dalam waktu 2 hari ia mendapat yeoja yang ia cintai. Dan ia sangat bersyukur karena kedua orang tuanya menyuruhnya untuk tinggal dengan yeoja yang membuat hatinya selalu berdebar-debar


The END 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar